Laporkan Masalah

WACANA PERUBAHAN IKLIM DALAM SITUS KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN (KLHK): ANALISIS EKOLINGUISTIK BERBASIS KORPUS

Diana Sri Suryani, Prof. Dr. Suhandano, M.A.

2025 | Tesis | S2 Linguistik

Perubahan iklim telah menjadi fenomena yang dibahas secara terus-menerus dalam beberapa dekade terakhir, termasuk di Indonesia. Untuk menyebarluaskan isu tersebut, perubahan iklim diberitakan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam situsnya. Secara hukum, KLHK merupakan lembaga paling bertanggung jawab atas perubahan iklim di Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana perubahan iklim di situs KLHK menggunakan kacamata ekolinguistik. Analisis dalam penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan tiga hal, yaitu 1) tema yang terkandung dalam wacana perubahan iklim di situs KLHK, 2) strategi linguistik yang digunakan dalam tema-tema yang ditemukan, dan 3) alasan kemunculan tema-tema tersebut. Ketiga hal tersebut dianalisis dan diinterpretasikan menggunakan teori ekolinguistik yang dikemukakan oleh Stibbe (2015).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana berbasis korpus yang dikemukakan oleh Baker & McEnery (2015). Penelitian ini menggunakan korpus khusus bernama KLHK Climate Change yang terdiri atas 224 berita yang dimuat dalam situs KLHK selama tahun 2015-2023. Data korpus tersebut diunggah ke dalam piranti Sketch Engine dan dianalisis melalui fitur keyword, konkordansi, kolokasi, dan word sketch.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ekologis, wacana perubahan iklim yang dibangun oleh KLHK bersifat ambivalen. Di satu sisi, KLHK memberitakan pentingnya penanganan perubahan iklim, tetapi di sisi lain, KLHK tidak memberikan perhatian pada unsur-unsur ekologis di dalamnya. Tema paling dominan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pemerintah. Pemerintah digambarkan sebagai aktor paling berperan dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui berbagai agendanya. Sayangnya, pemerintah justru tidak muncul sebagai aktor dalam tema mitigasi yang membahas aksi nyata penanganan perubahan iklim di Indonesia. Wacana perubahan iklim di situs KLHK juga cenderung bersifat antroposentris karena berfokus pada manusia, sementara entitas nonmanusia dihapus secara penuh dari bahasan terkait perubahan iklim di situs KLHK. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemetaan tema dalam wacana perubahan iklim yang dapat dimanfaatkan untuk evaluasi komunikasi atau pemberitaan kebijakan iklim di Indonesia.  

Climate change has become a continuously discussed phenomenon over the past few decades. Although often referred to as the lungs of the world, Indonesia is also experiencing the impacts of climate change. To disseminate this issue, the Indonesian government, through the Ministry of Environment and Forestry (KLHK), publishes information related to climate change on its official website. Legally, KLHK is the institution most responsible for addressing climate change in Indonesia.

Based on this background, this study aims to analyze the discourse of climate change on KLHK’s website through an ecolinguistics lens. The analysis focuses on three main aspects: 1) the themes that emerge in the climate change discourse on the KLHK website, 2) the linguistic strategies used to construct these themes, and 3) the reasons behind the emergence of these themes. These aspects are analyzed and interpreted using the ecolinguistics framework proposed by Stibbe (2015).

This study employs a corpus-based discourse studies (CADS) method as developed by Baker & McEnery (2015). A specialized corpus named KLHK Climate Change was constructed as the main data source, consisting of 224 news articles published on the KLHK website between 2015 and 2023. The corpus was uploaded to the Sketch Engine software and analyzed using the features of keywords, concordance, collocation, and word sketch.

The findings indicate that, ecologically, the climate change discourse constructed by KLHK is ambivalent. On one hand, KLHK emphasizes the importance of addressing climate change, but on the other hand, it lacks discussion on ecological elements. The dominant theme in the discourse is the government, which is portrayed as the main actor in adaptation and mitigation efforts through various agendas. However, the government is notably absent as an actor in the mitigation theme that discusses concrete climate actions in Indonesia. Furthermore, the climate change discourse on the KLHK website tends to be anthropocentric, as it focuses on humans while entirely omitting non-human entities from the discussion. This research contributes to the mapping of themes in climate change discourse that can be utilized to evaluate climate policy communication or reporting in Indonesia. 

Kata Kunci : ekolinguistik, analisis wacana berbasis korpus, wacana perubahan iklim, KLHK

  1. S2-2025-513034-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513034-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513034-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513034-title.pdf