Studi tentang permukiman liar di kelurahan Karuwisi kecamatan Pa'nukkukang kotamadya Ujungpandang
Muhammad Natsir Mas, Prof. Drs. R. Bintarto
1988 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPermasalahan di daerah penelitian, berhubung ur-banit yang dari desa ke kota mempunyai keterbatasan-keterbatasan, terutama urbanit yang tidak berhasil dengan terpaksa melakukan pendudukan liar (okupasi liar) dan memanfaatkan lahan-lahan kosong yang mere-ka temukan untuk memenuhi salah satu kebutuhan po-koknya berupa tempat tinggal dan mereka menempati permukiman liar (squatter settlemenents). Masalah tersebut mendorong penulis melakukan penelitian di wilayah kota Kotamadya Ujungpandang, yakni Kelurahan Karuwisi Kecamatan Pa'nakkukang. Kelurahan tersebut merupakan kelurahan yang terpadat penduduknya di an-tara lima kelurahan yang ada di Kecamatan Pa'nakku-kang, serta kenampakannya menyerupai perkampungan ku-muh karena tidak teratur, di samping itu perumahannya pada umumnya darurat atau sementara (non permanen). Tujuan penelitian in.i untuk mengungkapkan latar belakang pemukimannya, sehingga menempati permukiman liar tersebut, whau secara rinci ingin mempelajari status permukimannya, dan faktor-faktor yang mendu-kung timbulnya permukiman liar, yaitu faktor ekst-ternal dan faktor internal antara lain jarak daerah asal, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan dan ting-kat penghasilan keluarga pemukim. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekat-an survai. Pengambilan sampel daerah dilakukan dengan cara acak sederhana mengingat keadaan daerah peneliti-an homogen, Jumlah responden dibeAtukan dengan cara purposive. Penentuan respondennya diperoleh dengan menggunakan Program Random Number Generator pada kalkulator fx.3600p. Analisa data menggunakan analisa tabulasi silang dan tabulasi frekuensil sedangkan untuk memperkuat kesimpulan dari analisa tersebut digunakan Uji Kai Kuadrat. Dari penelitian tersebut dapat diketahui bahwa terbentuknya permukiman liar ternyata dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari pomukim itu sendiri, maupun, mengenai faktor peraturan mengenai status hak atas tanah. Faktor dari pemukimnya yang mempengaruhi timbulnya permukiman liar antara lain jarak daerah asal, pendidikan, jenis pekerjaan dan tingkat peng-hasilan. Ditinjau dari jarak daerah asal pemukim ternyata semakin jauh jarak daerah asalnya, maka pe-mukim cenderung untuk menetap pada permukiman liar. Dilihat dari unsur pendidikan, terbukti bahwa makin rendah tingkat pendidikan pemukim, maka pemukim cen-derung menetap pada permukiman liar. Demikian juga tingkat penghasilan pemukim mempengaruhi terhadap status permukimannya.
Kata Kunci : Permukiman liar,Ujungpandang,Sulawesi Selatan