Laporkan Masalah

Hubungan monitoring parental dengan perilaku seksual remaja pada salah satu SMU di Kabupaten Purworejo

MANIK, Eva Maria Parsaulian, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH.,SpOG.,PhD

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Peningkatan Penyakit Menular Seksual (PMS) dan Kehamilan Tak Dikehendaki (KTD) dikalangan remaja khususnya di Indonesia sangat tinggi. Remaja sering kali melakukan hubungan seksual tanpa berfikir apa yang akan terjadi. Monitoring parental merupakan faktor yang penting untuk membentuk perilaku remaja. Remaja yang mendapatkan monitoring rendah cenderung mengalami risiko tinggi dalam kesehatan mereka seperti melakukan seksual yang berisiko dan aktivitas yang bersifat antisosial. Masa remaja merupakan masa yang sulit karena merupakan masa transisi dari anak–anak menjadi dewasa. Orang tua mempunyai peranan penting karena yang pertama sekali remaja tumbuh di dalam keluarganya sendiri. Artinya orang tua harus menyediakan waktu yang ekstra untuk lebih memperhatikan anak remajanya karena merupakan faktor yang penting untuk mencegah terjadinya aktivitas seksual pada remaja. Tujuan: Mengetahui peranan orangtua yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan reproduksi dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan reproduksinya dan mempersiapkan kehidupan berkeluarga guna mendukung upaya peningkatan kualitas mendatang. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan studi potong lintang dengan jenis penelitian observasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada salah satu SMU di kota Purworejo. Jumlah sampel 76 orang siswa-siswi beserta orangtuanya. Analisa yang digunakan dalam penelitian adalah univariat, bivariat dan multivariat dengan uji statistik Chi-square dan Regresi logistik dengan tingkat kemaknaan p<0,05 dan Confidence Interval (CI) 95%. Hasil Penelitian: Ada hubungan bermakna antara monitoring parental dengan perilaku seksual pada remaja (p=0,04; OR=8,88; 95%CI=1,08

Background: The increasing rate of Sexual Transmitted Diseases (STDs) and unwanted pregnancy are very high in teenager’s period especially in Indonesia. It generally happens because teenager does not consider the consequence of sexual activity. Parental monitoring is an important factor in forming teenager’s behaviour. Teenager with less parental monitoring exhibit a higher risk for adverse health outcome such as more sexual risktaking and participation in antisocial activities. A teenagers term is a difficult period because it is a transition time from a child to an adult. Parents have an important role because a teenager firstly grow up and raised in their family. It is an important factor that parents confer extra time to take care their teenagers in preventing their sexual activity. Objective: Knowing the role of parent, to increase teenagers’ knowledge, attitude, and positive behaviour about reproductive health. So that the teenagers’ reproductive health level will be improved and family life in supporting the future quality will be prepared. Methods: Using Cross sectional design with observational research and quantitative method. The location of this research was in one of the senior high school in Purworejo.The sample is 76 students including their parents. The analysis used in this research consists of univariate, bivariate and multivariate analysis. Statistical test in this research is using chi-square and logistic regression with significance level and p<0,05 and Confidence Interval (CI) at 95%. Results: Based on the statistical test, there is a relationship between parental monitoring and sexual behaviour in teenagers (p=0,04; OR=8,88; 95%CI=1,08

Kata Kunci : Kesehatan Reproduksi,Perilaku Seks Remaja,Monitoring Parental


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.