Analisis data komentar yooutube tentang kendaraan listrik
Nina Yuli Purwanti, Ir. Subagyo, Ph.D.,IPU.,ASEAN Eng
2025 | Tesis | S2 Teknik Industri
Pemerintah Indonesia sedang mendorong penggunaan kendaraan listrik antara lain
melalui pemberian insentif kendaraan listrik dan penyediaan infrastruktur. Untuk
mendukung transisi ini, pemerintah Indonesia memberikan subsidi dengan
persyaratan minimal tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 40%, yang
akan terus meningkat setiap tahun hingga mencapai 80% pada 2030. Kebijakan ini
bertujuan untuk menarik investor agar membangun industri kendaraan listrik di
Indonesia.
Perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia memberikan dampak positif
di berbagai sektor, salah satunya industri nikel. Nikel diprediksi menjadi komponen
penting dalam industri kendaraan listrik karena digunakan sebagai bahan baku
baterai lithium-ion. Baterai jenis ini paling umum digunakan dalam kendaraan
listrik karena memiliki kepadatan energi yang tinggi, daya tahan yang baik, tingkat
keamanan yang tinggi, serta biaya yang kompetitif.
Meskipun demikian, tingkat adopsi kendaraan listrik masih rendah. Hingga April
2024, penggunaan kendaraan listrik roda dua baru mencapai 0,84%, sedangkan
kendaraan roda empat mencapai 1,16?ri target pemerintah, yaitu 13 juta unit
kendaraan roda dua dan 2 juta unit kendaraan roda empat pada 2030.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi preferensi masyarakat terhadap
kendaraan listrik di Indonesia dengan menganalisis komentar di YouTube.
Sebanyak 9.393 komentar yang telah dikumpulkan dan disaring (minimal 50 kata)
dianalisis menggunakan Latent Dirichlet Allocation (LDA) untuk mengidentifikasi
topik, VADER untuk analisis sentimen, serta algoritma peluang untuk menentukan
prioritas perbaikan produk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 faktor utama yang memengaruhi
keputusan konsumen, antara lain biaya, kebijakan, harga, infrastruktur, teknologi
baterai, dan aspek keamanan. Prioritas utama dalam pengembangan kendaraan
listrik mencakup peningkatan daya tahan baterai, pengurangan waktu pengisian
daya, serta penurunan biaya. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi
pemangku kepentingan dalam merancang kendaraan listrik yang lebih sesuai
dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
The Indonesian government is encouraging the use of electric vehicles,
including by providing incentives for electric vehicles and providing infrastructure.
To support this transition, the Indonesian government provides subsidies with a
minimum domestic component level (TKDN) requirement of 40%, which will
gradually increase each year to reach 80% by 2030. This policy aims to attract
investors to establish the electric vehicle industry in Indonesia.
The development of the electric vehicle industry in Indonesia has a positive
impact on various sectors, one of which is the nickel industry. Nickel is predicted
to become a crucial component in the electric vehicle industry as it is used as a raw
material for lithium-ion batteries. This type of battery is the most commonly used
in electric vehicles due to its high energy density, durability, high safety standards,
and cost competitiveness.
However, the adoption rate of electric vehicles remains low. As of April
2024, the use of two-wheeled electric vehicles has only reached 0.84%, while four-
wheeled electric vehicles account for 1.16% of the government's target of 13 million
two-wheeled electric vehicles and 2 million four-wheeled electric vehicles by 2030.
This study aims to identify public preferences for electric vehicles in
Indonesia by analyzing YouTube comments. A total of 9,393 collected and filtered
comments (with a minimum of 50 words) were analyzed using Latent Dirichlet
Allocation (LDA) to identify discussion topics, VADER for sentiment analysis, and
probability algorithms to determine product improvement priorities.
The study results indicate that ten key factors influence consumer decisions,
including cost, policy, price, infrastructure, battery technology, and safety aspects.
The main priorities in electric vehicle development include increasing battery
lifespan, reducing charging time, and lowering costs. These findings are expected
to serve as a reference for stakeholders in designing electric vehicles that better
<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_250614_164509_097.sdocx-->
meet the needs of Indonesian consumers.
Kata Kunci : kendaraan listrik, Nikel, Subsidi Kendaraan Listrik LDA, VADER, komentarYoutube