KUALITAS PERMUKIMAN PENDERITA PNEUMONIA PADA BALITA DI KECAMATAN MERGANGSAN
NUR SHABRINA LINTANG NATARIS, Dr. Djaka Marwasta, S.Si., M.Si.
2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Resiko pneumonia pada balita merupakan salah satu contoh bahwa kualitas permukiman memiliki hubungan yang signifikan dengan kesehatan penghuninya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah (1) mengetahui kondisi permukiman yang ada di Kecamatan Mergangsan, dan (2) mengetahui adanya keterkaitan antara persebaran pneumonia pada balita dengan kualitas permukiman di Kecamatan Mergangsan. Peneliian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif yang berupa analisis deskriptif dan tabulasi silang (crosstab). Jumlah responden yang dibutuhkan adalah 62 rumah tangga dengan balita yang menderita pneumonia.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian permukiman di Kecamatan Mergangsan memiliki karakteristik bangunan baik, hal ini terlihat dari jenis bangunan yang berupa bangunan permanen serta sanitasi yang sudah cukup baik. Akan tetapi, terdapat beberapa kekurangan seperti pada parameter aspek ventilasi (48% rumah dengan ventilasi terbatas) dan pencahayaan alami (55% rumah sangat redup), kepadatan hunian dengan 52% rumah memiliki luas lahan per orang di bawah standar (<8>
The incidence of pneumonia in toddlers is one example of how home quality influences people' health. The purpose of this study is to (1) determine the living conditions in Mergangsan District, and (2) investigate the relationship between the spread of pneumonia in toddlers and the quality of housing in Mergangsan District. This study employed a quantitative technique, specifically descriptive analysis and cross-tabulation (crosstab). The number of responders required is 62 families with children suffering from pneumonia.
The research findings suggest that some residential areas in the Mergangsan District have good architectural qualities, as evidenced by the presence of permanent structures and adequate sanitation. However, there are certain flaws, such as in the ventilation aspect (48% of buildings with inadequate ventilation), natural lighting (55% of houses are very dim), and housing density, with 52% of dwellings having land area per person below the standard (<8>
Kata Kunci : Kualitas Permukiman, Pneumonia pada Balita, Karakteristik Bangunan