Laporkan Masalah

Kebisingan, lama tinggal, tekanan darah dan nilai ambang pendengaran komunitas di Terminal Umbulharjo Yogyakarta

SURYANI, Dyah, Prof.Dr.dr. Soebijanto

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Kerja

Terminal Umbulharjo Yogyakarta merupakan salah satu terminal besar di Kota Yogyakarta telah menjadi pusat transportrasi dan pemberhentian bus baik bus antar propinsi, dalam propinsi dan bus perkotaan. Tingkat kebisingan di terminal ini melebihi baku tingkat kebisingan yang ditentukan yaitu 70 dBA. Apabila kondisi ini berlangsung terus-menerus dan dalam waktu yang relatif lama dapat mengakibatkan naiknya tekanan darah yang pada akhirnya terjadi hipertensi dan naiknya nilai ambang pendengaran yang pada akhirnya terjadi gangguan pendengaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat tingkat kebisingan, lama tinggal, tekanan darah dan nilai ambang pendengaran komunitas di Terminal Umbulharjo Yogyakarta. Penelitian dilakukan secara deskriptif analitik dengan rancangan case study, dengan populasi komunitas wanita di Terminal Umbulharjo, teknik penentuan responden digunakan dengan kriteria inklusi dan dari hasil inklusi diperoleh n=32 responden. Variabel bebas dari penelitian ini adalah tingkat kebisingan dan lama tinggal, variabel terikatnya adalah tekanan darah, hipertensi, nilai ambang pendengaran dan gangguan pendengaran. Analisa data menggunakan anova dan chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa: (1) tidak terdapat hubungan antara tingkat kebisingan dengan sistole dan terdapat hubungan signifikan dengan diastole; (2) terdapat hubungan sangat signifikan antara lama tinggal dengan naiknya tekanan darah baik sistole maupun diastole; (3) tidak ada hubungan antara tingkat kebisingan dengan nilai ambang pendengaran telinga kanan dan terdapat hubungan signifikan dengan telinga kiri; (4) terdapat hubungan sangat signifikan antara lama tinggal dengan nilai ambang pendengaran baik telinga kanan maupun telinga kiri.

The bus station of Umbulharjo, Yogyakarta was one of the big bus-stations in Yogyakarta that had been a transportation center and an inter-provincial and urban bus-stopping place. The noise level of this station was over the specified standard noise level of 70 dBA. If the condition taken place continuously in a relative long period of time it would increase the blood pressure that finally would result in hypertension and increase the threshold value of audio and in turn it would result in audio disorder. The aim of this research was to know the noise level with the blood pressure, the length of stay, the blood pressure, and the audio threshold value of the community in Umbulharjo bus station, Yogyakarta. It was a descriptive-analytical research using design of case study with population of women community at Umbulharjo station. The respondent determination technique used was inclusion criteria. Based on the inclusion result it obtained n = 32 respondents. The independent variables of this research were the noise level and the length of stay, while the dependent variables were the blood pressure, hypertension, the threshold value of audio and the audio disorder. The data analysis used were ANOVA and chi square. Based on the research results, it showed that: (1) there was no correlation between the noise level with the systole, but there was significant correlation with diastole. (2) There was very significant correlation between the length of stay both with systole and diastole hypertension. (3) There was no correlation between the noise level with the audio threshold value of the right ear, but there was with the left one. (4) There was very significant correlation between the length of stay with the audio threshold value both the right and the left ear.

Kata Kunci : Kesehatan Kerja, Kebisingan, Nilai Ambang Pendengaran


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.