Hubungan perilaku sehat dan sanitasi lingkungan dengan infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah di Nagari Kumanis Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung
GUSTI, Aria, Prof.Dr.dr. H. Soeyoko, SU.,DTM
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan KerjaInfeksi cacing yang ditularkan melalui tanah di Indonesia, masih merupakan masalah kesehatan masyarakat utama, khususnya di daerah urban dan semi urban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan intensitas infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah dan hubungan antara perilaku sehat dan sanitasi lingkungan dengan infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah di Nagari Kumanis, Sawahlunto/ Sijunjung, Sumatera Barat. Survei cross-sectional dilaksanakan selama bulan Juli 2004 terhadap 100 orang responden yang dipilih secara acak kelompok dengan populasi seluruh penduduk Nagari Kumanis. Pewawancara terlatih menggunakan kuesioner untuk mengidentifikasi faktorfaktor risiko infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah (perilaku sehat, sanitasi lingkungan, umur, tingkat pendidikan, dan pekerjaan) dan mengumpulkan sampel tinja dari setiap responden untuk tes nematoda usus. Analisis statitik yang digunakan adalah uji kai kuadrat dan analisis regresi logistik dengan PC Program SPS-2000. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi infeksi Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang masing-masing sebesar 2%, 1%, dan 30%; dengan intensitas infeksi ringan (90,9%), sedang (6,0%), dan berat (3,0%). Ada hubungan negatif yang signifikan antara perilaku sehat dengan infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah (SE=10,164%; r_parsial=-0,232; dan p<0,05). Tidak ada hubungan negatif yang signifikan antara sanitasi lingkungan dengan infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah (SE=3,237%; r_parsial=-0,094; dan p>0,05).
Soil-transmitted helminth infections in Indonesia is still a major public-health problem, particularly at urban and semi urban area. This study was to know the prevalence and intensity of soiltransmitted helminth infections and the relationship of health behavior and environmental sanitation with soil-transmitted helminth infections in Kumanis, Sawahlunto/Sijunjung, West Sumatera. A cross-sectional survey was conducted during July 2004 among 100 respondents who selected using cluster random sampling with population all of Kumanis residents. Trained interviewers were used a questionnaire to identify risk factors for infection (health behavior, environmental sanitation, age, level of education, and occupation) and collected stool samples from each respondents for nematodes intestinal test. Statistical analysis used chi square and logistic regression analysis with PC Software SPS- 2000. The research finding shows that the prevalence of Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, and hookworm infections were 2%, 1%, and 30%, respectively. The intensity of infection was light (90,9%), moderate (6,0%), and heavy (3,0%). There was negative relationship that significant between health behavior and Soiltransmitted helminth infections (SE=10,164%; r_parsial=-0,232; p<0,05). There was no negative relationship that significant between environmental sanitation and soil-transmitted helminth infections (SE=3,237%; r_parsial=-0,094; p>0,05).
Kata Kunci : Sanitasi Lingkungan, Infeksi Cacing, Perilaku Sehat