Laporkan Masalah

Pengelolaan Umbul Cina Berbasis Kerja Sama di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten

Yessa Juliaputri, Ir. Hery Saksono, M.A.

2025 | Skripsi | MANAJ. SUMBER DAYA PERIKANAN

Penelitian bertujuan untuk: 1) Mengidentifikasi status kepemilikan Umbul Cina dan kolam, 2) Mengetahui pengelolaan Umbul Cina dan kolam serta perubahannya, 3) Mengetahui pemanfaat dari Umbul Cina dan kolam di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten. Pengumpulan data lapangan dilakukan pada bulan Desember 2024 – Maret 2025. Data primer diperoleh dari responden yang dipilih menggunakan metode bola salju (snowball sampling). Jumlah responden 12 orang, terdiri atas dua orang warga desa yang membantu panen, lima orang pengurus BUMDes, dua orang perangkat Desa Gemblegan, dua orang perangkat Kecamatan Kalikotes, dan satu orang Penyuluh Pertanian dan Perikanan Kecamatan Kalikotes. Data sekunder dikumpulkan dari data desa dan dinas terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Umbul Cina adalah sumber mata air alami milik Desa Gemblegan, luas 6.000 m2 dan kedalamannya 1-1,5 meter. Air dari umbul difungsikan untuk irigasi pertanian dan budi daya ikan di kolam. Pengelolaan umbul dan kolam berubah-ubah. Sebelum 2019, embung disewakan perorangan oleh Pemerintah Desa, sedangkan mulai tahun 2019 menyerahkan pengelolaan embung kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yaitu bertanggung jawab dalam budi daya ikan, pemeliharaan embung dan lingkungannya, dan pelaksanaan tradisi Memet. BUMDes bekerja sama dengan Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Gemblegan dalam mengelola embung (co-management). Memet adalah panen ikan di kolam, yang dilakukan satu tahun sekali. Masyarakat desa diajak menangkap ikan bersama-sama menggunakan jaring satu meter atau tanpa alat. Memet merupakan bentuk pemanfaatan sumber daya perikanan secara partisipatif dalam konteks lokal. Di sisi lain, pemerintah perlu melakukan pendampingan dalam budi daya ikan dan pemberian sanksi yang jelas bagi pelanggar larangan menangkap ikan.

The study aims to identify the ownership status, to find out the management and its changes also the beneficiaries of Umbul Cina and the pond in Gemblegan Village, Kalikotes, Klaten Regency. Field data collection was conducted on December 2024 – November 2025. Primary data was obtained from 12 respondents with the snowball sampling method. They are two villagers who helped fish harvest, five village-owned enterprise administrators, two Gemblegan Village officials, two Kalikotes Sub-district officials, and one agriculture and fisheries extension officer. Secondary data was collected from village and related agencies. The results showed that Umbul Cina is a natural water spring owned by Gemblegan Village, with an area of 6,000 m2 and a depth of 1-1.5 meters. Water from the spring is used for agricultural irrigation and aquaculture. The management of the spring and ponds changes. Before 2019, the village government rented out reservoirs to individuals, but since 2019, the management has been handed over to the village-owned enterprise, which is responsible for aquaculture, maintenance of the reservoir and its environment, and implementation of the Memet tradition. Village-owned enterprise collaborates with Village officials and villagers in managing the reservoir (co-management). Memet is a fish harvest in a pond, which is hold once a year. Village communities are participate to catch fish together using one-meter nets or without tools. Memet is a participatory utilization of fishery resources in a local context. Beside that, the government needs to provide assistance in aquaculture and providing clear sanctions for violators of the fishing ban.

Kata Kunci : Badan Usaha Milik Desa, kerja sama, memet, pengelolaan umbul, Umbul Cina

  1. S1-2025-476762-abstract.pdf  
  2. S1-2025-476762-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-476762-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-476762-title.pdf