DIMENSI LENGKUNG GIGI FASE GIGI BERCAMPUR INTERMEDIATE PADA ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN SUKU LAMPUNG Kajian pada Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung
Puspita Hadi, drg. Ryna Dwi Yanuaryska, Ph.D.; Prof. drg. Sri Kuswandari, M.S., Sp.KGA-KKA(K), Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Gigi Klinik
Latar
Belakang: Dimensi
lengkung gigi diperlukan untuk diagnosis dan perencanaan perawatan ortodonti. Dimensi lengkung gigi memengaruhi bentuk
lengkung gigi yang penting untuk keselarasan estetika, keseimbangan fungsi
mastikasi serta hubungan maksila dan mandibula. Tujuan: untuk mengetahui bentuk dan dimensi lengkung gigi pada
anak laki-laki dan perempuan fase gigi bercampur intermediate pada anak
laki-laki dan perempuan Suku Lampung di Kelurahan Gunung Sugih.
Metode Penelitian: Penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional
pada 52 subjek yang dipilih secara purposive sampling pada murid SD
Negeri 1 dan 2 Gunung Sugih. Subjek terdiri dari 24 Laki-laki dan
28 perempuan. Penentuan bentuk lengkung gigi dilakukan dengan menggunakan
template orthoform 3M Unitek. Pengukuran dimensi lengkung gigi terdiri
dari panjang anterior, molar dua desidui dan total; lebar anterior, molar dua
desidui dan posterior serta keliling lengkung gigi dengan melakukan pencetakan
dan pengukuran pada model studi menggunakan jangka sorong digital dan dianalisis
dengan uji independent t-test.
Hasil Penelitian: Perbedaan
signifikan ditemukan pada panjang total mandibula (p<0>0,05) pada maksila yaitu panjang dan lebar
lengkung gigi anterior dan posterior, molar dua desidui, total serta keliling
lengkung gigi. Mandibula tidak terdapat perbedaan signifikan pada panjang dan
lebar lengkung gigi anterior, molar dua desidu serta keliling lengkung gigi. Bentuk lengkung gigi ovoid
mendominasi pada laki-laki dan perempuan baik maksila maupun mandibula.
Kesimpulan: Panjang
lengkung gigi total dan lebar posterior mandibula anak laki-laki pada fase gigi
bercampur intermediate Suku Lampung lebih besar daripada anak perempuan.
Bentuk lengkung gigi anak laki-laki dan perempuan Suku Lampung pada fase gigi
bercampur intermediate paling
banyak adalah ovoid.
Background: The dental arch dimensions are essential for the
diagnosis and planning of orthodontic treatment. The dimensions of the dental
arch influence the dental arch form, which is important for aesthetic
alignment, the balance of masticatory function, and the relationship between
the maxilla and mandible. Objective: To determine the form and
dimensions of the dental arch in boys and girls during the intermediate mixed
dentition phase among the Lampung ethnic group in Gunung Sugih Village.
Methods:
Observational
study with a cross-sectional approach was conducted on 52 subjects selected
through purposive sampling from Gunung Sugih elementary school 1and 2. The
subjects consisted of 24 boys and 28 girls. Determination of the
dental arch form was carried out using the 3M Unitek orthoform template. Measurement
of the dental arch dimensions included anterior length, second deciduous
molars, and total length; anterior width, second deciduous molars, and
posterior width, and dental arch perimeter by making impressions and
measurements on study models using a digital caliper, and analyzed with an
independent t-test.
Results: : Significant differences were found in
the total length of the mandible (p<0>. No
Significant differences were found (p>0.05) in the maxilla, specifically in
the length and width of the anterior and posterior dental arch, deciduous
second molars, total and dental arch perimeter. In the mandible, no significant
differences in the length and width of the anterior dental arch, deciduous
second molars, and dental arch perimeter. The ovoid arch form was predominant
in boys and girls for both the maxilla and mandible.
Conclusion: The total dental arch length and posterior
width of the mandible in boys during the intermediate mixed dentition phase of
the Lampung ethnic group were greater than in girls. The dental arch form in
both boys and girls of the Lampung ethnic group during this phase was
predominantly ovoid.
Kata Kunci : dimensi lengkung gigi, periode gigi bercampur intermediate, Suku Lampung, laki-laki dan perempuan