Laporkan Masalah

Kandungan Logam Berat (Cd, Fe, dan Cu) pada Air, Sedimen, dan Talus Ulva sp. di Pantai Ngrenehan Kabupaten Gunungkidul

Rr. FARRA RESITA DEWI STD, Dr. Ratih Ida Adharini, S.Pi., M.Si.

2025 | Skripsi | MANAJ. SUMBER DAYA PERIKANAN

Sektor pertanian, pemukiman warga, dan aktivitas penangkapan ikan selama puluhan tahun dapat berkontribusi sebagai sumber pencemaran logam berat seperti Cd, Fe, dan Cu di perairan Pantai Ngrenehan. Logam berat memiliki karakteristik yang sulit terdegradasi, mudah berpindah, mengendap, dan terakumulasi pada sedimen dan organisme laut termasuk Ulva sp. karena memiliki kemampuan bioakumulasi logam berat dalam talus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat, menganalisis dampaknya, serta mengetahui korelasi kandungan logam berat antarvariabel di Pantai Ngrenehan. Sampel air laut, sedimen, dan Ulva sp. di Pantai Ngrenehan dikoleksi dengan metode purposive sampling pada tiga stasiun dengan tiga ulangan pada bulan Januari-Februari 2025. Selanjutnya dilakukan proses destruksi terhadap sampel air laut, sedimen, dan Ulva sp. menggunakan HNO3 untuk menghancurkan senyawa organik dan melarutkan logam menjadi ion logam sehingga dapat terbaca oleh instrumen Spektrometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam berat terbesar pada air laut, sedimen, dan Ulva sp. adalah Fe yang masing-masing sebesar 0,7306 mg/L, 74,2489 mg/kg, dan 30,5272 mg/kg. Hasil analisis estimasi dampak lingkungan (Faktor Kontaminasi (CF), Indeks Geoakumulasi (Igeo), Faktor Biokonsentrasi (BCF), dan Risiko Ekologi (Er) menunjukkan Cd, Fe, dan Cu tidak mengancam ekosistem Pantai Ngrenehan. Namun, rata-rata hasil analisis Faktor Pengayaan (EF) untuk Cd menunjukkan tingkat pengayaan sangat ekstrem. Hasil uji Pearson menunjukkan korelasi negatif antara air laut dengan Ulva sp. terhadap Cd, Fe, dan Cu yang berarti jika kandungan logam berat pada air menurun, maka kandungan logam berat pada Ulva sp. meningkat.  

Over the past decades, the agricultural sector, residential areas, and fishing activities may contributed as sources of heavy metal pollution, such as Cd, Fe, and Cu, in the Ngrenehan Coastal Waters. Heavy metals exhibit characteristics that are difficult to degrade, easily transfer, settle, and accumulate in sediments and marine organisms, including Ulva sp., due to their ability to bioaccumulate heavy metals within their thallus. This study aims to assess the concentration of heavy metals, analyze their environmental impacts, and examine the correlation of heavy metal concentrations across different environmental matrices in the Ngrenehan Coastal Waters. Seawater, sediment, and Ulva sp. samples were collected using purposive sampling from three stations with three replicates during January-February 2025. Subsequently, the samples underwent acid destruction using HNO3 to break down organic compounds and dissolve the metals into metal ions, for detection by Atomic Absorption Spectrometry (AAS). The results showed that the highest concentration of heavy metals in seawater, sediment, and Ulva sp. was Fe, with concentrations of 0,7306 mg/L, 74,2489 mg/kg, and 30,5272 mg/kg, respectively. Environmental impact assessment, including Contamination Factor (CF), Geoaccumulation Index (Igeo), Bioconcentration Factor (BCF), and Ecological Risk (Er), indicated that Cd, Fe, and Cu do not pose a threat to the Ngrenehan Beach ecosystem. However, Cd’s average Enrichment Factor (EF) indicated a very extreme enrichment. Pearson's correlation test revealed negative correlations between seawater and Ulva sp. for Cd, Fe, and Cu, suggesting that the concentration of heavy metals in seawater decreases, the concentration of heavy metals in Ulva sp. increases.

Kata Kunci : bioakumulasi, faktor kontaminasi, faktor biokonsentrasi, risiko ekologi, pencemaran

  1. S1-2025-477258-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477258-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477258-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477258-title.pdf