PREVALENSI DAN SEBARAN UMUR PENYAKIT ZOONOTIK TOKSOKARIASIS PADA PASIEN ANJING DAN KUCING DI KLINIK HEWAN JOGJA PERIODE 2023-2024
Lesnardy, Prof. Dr. drh. Ida Tjahajati, M.P.
2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Toksokariasis merupakan penyakit zoonotik yang disebabkan oleh infeksi cacing Toxocara spp. dengan Toxocara canis menginfeksi anjing dan Toxocara cati menginfeksi kucing. Penyakit ini banyak dilaporkan di berbagai daerah di Indonesia yang dapat diketahui berdasarkan pengukuran prevalensi untuk menggambarkan proporsi individu dalam populasi yang menderita penyakit pada waktu tertentu. Beberapa daerah dominan dengan prevalensi tinggi seperti daerah Surabaya mencapai 83,3?n Denpasar mencapai 65%. Berdasarkan jumlah kasus infeksi tersebut dapat dilakukan klasifikasi umur yang menunjukkan kerentanan suatu hewan pada masa kehidupannya terhadap suatu penyakit. Toksokariasis didapati rentang menyerang hewan muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren prevalensi Toksokariasis serta sebaran umur pada pasien anjing dan kucing di Klinik Hewan Jogja tahun 2023–2024. Penelitian ini dilakukan dengan mengolah data rekam medis pasien anjing dan kucing di Klinik Hewan Jogja tahun 2023-2024 dalam bentuk dokumen xls. (Microsoft Excel Spreadsheet) yang dianalisis berdasarkan prevalensi dan distribusi umur pada pasien anjing dan kucing yang terinfeksi Toksokariasis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 10.000 pasien pada tahun 2023 dan 9.620 pasien pada tahun 2024, menunjukkan prevalensi Toksokariasis pada anjing mengalami kenaikan dari 5,2% (2023) menjadi 5,6% (2024), sementara pada kucing meningkat dari 3,2% (2023) menjadi 4,5% (2024). Hasil analisa distribusi umur menunjukkan anjing muda dan kitten merupakan kelompok umur yang paling rentan terinfeksi Toksokariasis. Tren peningkatan ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan melalui kontrol parasit secara rutin pada umur muda serta indukan. Penelitian ini menegaskan bahwa Toksokariasis tetap menjadi masalah kesehatan yang signifikan pada anjing dan kucing, serta memiliki potensi zoonosis yang berdampak pada manusia. Oleh karena itu, saran yang dapat diberikan adalah peningkatan kesadaran pemilik hewan mengenai pencegahan melalui pemberian obat cacing secara teratur serta peningkatan praktik kebersihan lingkungan untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi.
Toxocariasis is a zoonotic disease caused by infection with Toxocara spp., with Toxocara canis infecting dogs and Toxocara cati infecting cats. This disease has been widely reported in various regions of Indonesia and can be identified through prevalence measurements, which describe the proportion of individuals in a population affected by the disease at a given time. Certain areas show a high prevalence rate, such as Surabaya reaching 83.3% and Denpasar reaching 65%. Based on the number of infection cases, age classification can be conducted to indicate an animal’s vulnerability at different life stages to the disease. Toxocariasis has been found to mainly affect young animals. This study aims to determine the prevalence trends of Toxocariasis and the age distribution among canine and feline patients at Klinik Hewan Jogja during the years 2023–2024. The study was conducted by processing medical record data of dog and cat patients at Klinik Hewan Jogja from 2023–2024 in the form of an xls. document (Microsoft Excel Spreadsheet), which was analyzed based on prevalence and age distribution among dogs and cats infected with Toxocariasis. The results of the study showed that out of a total of 10,000 patients in 2023 and 9,620 patients in 2024, the prevalence of Toxocariasis in dogs increased from 5.2% (2023) to 5.6% (2024), while in cats it rose from 3.2% (2023) to 4.5% (2024). The analysis of age distribution indicated that young dogs and kittens were the most vulnerable age groups to Toxocariasis infection. This rising trend highlights the importance of preventive efforts through regular parasite control, especially in young animals and breeding stock. This study emphasizes that Toxocariasis remains a significant health issue in dogs and cats and has zoonotic potential that could impact humans. Therefore, it is recommended to increase pet owners' awareness of prevention through regular deworming and improved environmental hygiene practices to reduce the risk of infection transmission.
Kata Kunci : Prevalensi, sebaran umur, Toksokariasis, anjing, kucing