Laporkan Masalah

Constructing American Identity through Translation: A Poststructuralist Study of Indonesian and Kirundi Seventh-day Adventist Hymnals

Simon Ntamwana, Pr. Dr. Ida Rochani Adi, S.U; Dr. Pujiharto, M.Hum

2025 | Disertasi | DOKTOR PENGKAJIAN AMERIKA

Disertasi ini mengkaji konstruksi itentitas Amerika melalui penerjemahan dalam texts ditulis oleh gerakan-gerakan keagaman baru (NRMs). Penelitian ini beforcus pada penerjemahan Buku kidung jemaat Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, The Seventh-day Adventist Hymnal (1985) dalam Bahasa Indonesian dan Kirundi. Tujuannya meliputi (1) menjelajahi dinamisme penerjemahan hmne jemaat dan Gerakan Adventis Hari Ketujuh dalam kaitannya dengan masyarakat dan budaya Amerika, (2) menyelidiki bagaimana terjemajahan Bahasa Indonesia dan Kirundi menkostruksi identitas Amerika, dan (3) mengkaji factor-faktor yang menentukan pilihan penejermah dalam construksi identitas Amerika. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan data primer yang dikumpulkan dari himne asli bahasa Inggris Amerika dan terjemahannya dalam bahasa Kirundi dan Indonesia. Data sekunder meliputi buku-buku dan artikel-artikel yang relevan dengan topiknya. Pengumpulan dan analisis data sesuai dengan metode deskriptif banding penerjemahan dan metode interdisipliner pengkajian Amerika. Dalam disertasi ini teori-teori pengkajian Amerika transnasional, pascastrukturalisme, dan terjemahan budaya digabungkan. Hasil penelitian ini adalah (1) tradisi penerjemahan nyanyian pujian berkontribusi secara signifikan pada pembentukan identitas Protestan Amerika dan gerakan-gerakan evangelis dan mengaktifkan penyebaran budaya Amerika dalam dan luar Amerika Serikat. Selain itu, ditemukan bahwa seluruhnya evolusi sejarahnya, wacana-wacana Adventis, yaitu misi remnant dan pendidikan Kesehatan ditebus kepercayaan Amerika pada keistimewaan dan pembebasan dunia. (2) Meskipun nilai-nilai yang mewakili komponen identitas Amerika termasuk keistimewaan, kebebasan, dan takdir nyata kaum milenial masih ada dalam terjemahannya bahasa Indonesia dan Kirundi, namun posisi penerjemahannya berosilasi antara pemberontakan, fundamentalisme, dan nihilisme. (3) Pemberontakan dalam konstruksi identitas Amerika di buku-buku nyanyian punjian Indonesia dan Kirundi berdasar pada perbedaan konseptualisasi waktu dan ruang antara budaya bahasa sumber dan budaya penerjemahan. Lebih jauh lagi, konstruksi revolusioner identitas Amerika disebabkan oleh asimetri budaya antara masyarakat pengekspor dan pengimpor buku himne. Fundamentalisme disebabkan oleh tidak adanya kontekstualitas individualis, hegemonik, dan kapitalistik serta tradisi romantis dalam masyarakat penerjemah. Hal ini juga disebabkan oleh sentimen enkulturasi agen penerjemah terhadap kepecayaan inti gereja. Nihilisme ditimbulkan oleh keyakinan agen penerjemahan terhadap kepercayaan inti denominasi, khususnya kedatangan Mesias yang sudah dekat dan peristiwa-peristiwa apokaliptik yang terkait dengannya. 

The dissertation studied the construction of American identity through translation in new religious movements’ (NRMs) texts. It analyzed the translation of The Seventh-day Adventist Hymnal (1985) into Kirundi and Indonesian. The study purposed to (1) explore the articulation of hymnic translation tradition and Seventh-day Adventism with regard to American society and culture, (2) investigate how Indonesian and Kirundi translations of Seventh-day Adventist hymnal construct American identity, and (3) examine the factors underlying the translatorial stances in constructing American identity. The research used mixed-methods approach with primary data collected from original American English hymnal and its Kirundi and Indonesian translations. The secondary data were obtained from books and articles pertinent to the topic. Data collection and analytical procedures followed the descriptive translation method and the interdisciplinary method of American studies. The study combined theories from transnational American studies, poststructuralism, and cultural translation. It was found that (1) the translation tradition of hymns has played a crucial role in the formation of American Protestant identity and evangelical movements and enabled the dissemination of American culture within and outside the United States. Moreover, it was revealed that throughout its historical development, SDA’s discourses of the remnant mission and health education have been tainted by American beliefs in exceptionalism and world liberation. (2) While the values representing the components of American identity including exceptionalism, freedom, and millennial manifest destiny survive Indonesian and Kirundi translations, the translatorial stance oscillates between revolt, fundamentalism, and nihilism. (3) The revolt in the Indonesian and Kirundi constructions of American identity relies on the difference in the conceptualization of time and space between the source and translating linguacultures. Moreover, the revolutionary signification of American identity is caused by the cultural asymmetry between the hymnal exporting and importing societies. Fundamentalism is caused by the absence of hegemonic and capitalistic individualist contextuality and romantic tradition in the translating societies. It is, additionally, due to the translating agents’ enculturation sentiments towards the church’s core beliefs. Nihilism is engendered by the translation agents’ conviction in the core denominational beliefs, especially imminent Messianic return and its associated apocalyptic events.

Kata Kunci : American identity; cultural translation; Seventh-day Adventism; hymnody

  1. S3-2025-506216-abstract.pdf  
  2. S3-2025-506216-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-506216-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-506216-title.pdf