Laporkan Masalah

Efektivitas Teknik Sampling untuk Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Keberhasilan Tanaman Rehabilitasi Mangrove BRGM dengan Skema Silvofishery

ADITIO RAMA PANGESTU, Djoko Soepridjadi, S.Hut., M.Cs.

2025 | Skripsi | KEHUTANAN

Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) memiliki kegiatan Percepatan Rehabilitasi Mangrove (PRM) salah satunya terdapat di kawasan tambak atau disebut pola tanam silvofishery. KTH Pemuda Tani merupakan bagian dari kegiatan PRM tersebut dengan program M4CR. Salah satu bagian kegiatan tersebut yaitu dilakukan monitoring dan evaluasi berupa penilaian dalam bentuk inventarisasi. Akan tetapi, terdapat kendala dan kesalahan (error) teknik sampling dalam melakukan inventarisasi dapat membuat penilaian menjadi kurang akurat dan efisien terutama area rehabilitasi terbilang cukup luas. Oleh karena itu, untuk memaksimalkan kegiatan tersebut diperlukan adanya usulan teknik sampling alternatif guna dapat menentukan teknik sampling yang efektif agar hasil pengukuran inventarisasi tetap akurat dan efisien.

Data yang diperoleh pada penelitian ini berasal dari inventarisasi, studi literatur, dan kuesioner. Inventarisasi dilakukan dengan menguji beberapa intensitas sampling (IS) dari teknik stratified multistage sampling serta sistematik random sampling menggunakan petak ukur lingkaran serta persegi panjang untuk mengambil data berupa tinggi tanaman, jumlah daun, dan persenan hidup mati tanaman. Studi literatur digunakan untuk memperoleh data variabel yang berpengaruh pada teknik sampling. Kuesioner yang digunakan untuk memperoleh data nilai kepentingan terhadap variabel teknik sampling dari penilaian para pakar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk pengolahan data penilaian variabel teknik sampling. Sementara itu, hasil inventarisasi akan diolah menggunakan perhitungan statistika. 

Hasil penelitian menunjukkan penilaian yang beragam dari para pakar terhadap variabel kepentingan pada kriteria, subkriteria, dan indikator yang terdapat di teknik sampling. Nilai tersebut akan digunakan sebagai variabel yang lebih dipertimbangkan dalam menentukan teknik sampling. Teknik sampling alternatif pada IS jumlah tambak 12,5?ngan IS petak ukur lingkaran sebesar 10% atau 5% sesuai digunakan pada kawasan tambak yang berpola silvofishery dengan populasi yang besar (berkluster). Pengambilan sampel yang diperlukan hanya sedikit tetapi dapat mewakili populasi tersebut (akurat) sehingga terbentuk efisiensi biaya operasional, waktu, dan sumber daya manusia.

The Peat and Mangrove Restoration Agency (BRGM) has Accelerated Mangrove Rehabilitation (PRM) activities, one of which is in pond areas or what is called a silvofishery planting pattern. KTH Pemuda Tani is part of the PRM activities with the M4CR program. One part of this activity is monitoring and evaluation in the form of an assessment un the form of an inventory. However, there are obstacles and errors in the sampling technique in carrying out the inventory which can make the assessment less accurate and efficient, especially since the rehabilitation area is quite large. Therefore, to maximize these activities, it is necessary to propose alternative sampling techniques in order to determine effective sampling techniques so that inventory assessment result remain accurate and efficient.

The data obtained in this research came from inventory, literature study, and questionnaires. Inventory was carried out by testing several sampling intensities (IS) from stratified multistage sampling techniques and systematic random sampling using circular and rectangular measuring plots to collect data in the form of plant height, number of leaves, and percentage of live or dead plant. Literature studies are used to obtain data on variables that influence sampling techniques. The questionnaire is used to obtain data on the importance of sampling technique variables from expert assessments. The method used in this research is the Analytical Hierarchy Process (AHP) for processing sampling technique variable assessment data. Meanwhile, the inventory result will be processed using statistical calculations.

 The research results show various assessments from experts regarding the importance of variables in the criteria, sub-criteria and indicators contained in the sampling technique. This value will be used as a variable that is more considered in determining the sampling technique. An alternative sampling technique with an IS for the number of ponds of 12.5% with an IS of circle measuring plots of 10% or 5% is considered suitable for use in pond areas with a silvofishery pattern with a large (clustered) population. The sampling required is relatively small but can represent the population (accurately) so as to create efficiency in operational costs, time and human resources.

Kata Kunci : silvofishery, teknik sampling, analytical hierarchy process; silvofishery, sampling technique, analytical hierarchy process

  1. S1-2025-459068-abstract.pdf  
  2. S1-2025-459068-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-459068-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-459068-title.pdf