REPRESENTASI JIHAD DAN SYAHID DALAM WACANA MEDIA BERITA ONLINE CNN INDONESIA DAN REPUBLIKA.CO.ID
Malik Fahad, Dr. Ni Gusti Ayu Roselani, M.A.
2025 | Tesis | S2 Linguistik
Dalam beberapa tahun terakhir, kata jihad dan syahid sering kali dipahami secara sempit, terasosiasi dengan tindakan kekerasan dan terorisme, terutama dalam pemberitaan media massa. Media massa memiliki perbedaan dalam merepresentasikan kata jihad dan syahid. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana jihad dan syahid direpresentasikan oleh CNN Indonesia dan Republika.co.id. Mengacu pada pendekatan analisis wacana kritis Fairclough (1995), data dianalisis melalui tiga tahapan: dimensi tekstual, praktik diskursif, dan praktik sosio-kultural. Teori LFS Halliday (1985) yang berfokus pada sistem transitivitas digunakan untuk analisis dimensi tekstual. Tahap identifikasi dimensi praktik diskursif menggunakan teori intertekstualitas dan tindak tutur Searle (1969). Sementara teori kontruksi sosial Berger & Luckmann (1991) digunakan untuk mengidentifikasi dimensi praktik sosio-kultural. Dengan bantuan aplikasi pengolah korpus AntConc versi 4.2.2.. Penelitian ini mengkaji 2 korpus berbeda yang diberi nama CoCin dan CoRep. CoCin terdiri dari 84796 token, sedangkan CoRep terdiri dari 24114 token. Metode kuantititaif dan kualitatif diaplikasikan untuk mengukur dan membandingkan frekuensi distribusi dan pola dominan dalam kedua korpus lalu mendeskripsikan dan menginterpretasikannya. Hasil analisis sistem transitivitas pada tahap dimensi tekstual menunjukkan bahwa teks berita dalam CoCin dan CoRep memuat nilai eksperensial, relasi dan ekspresif. CoCin cenderung merepresentasikan jihad dan syahid sebagai tindakan nyata oleh pelaku terorisme yang diorientasikan pada tujuan tertentu. Sedangkan CoRep cenderung merepresentasikan jihad dan syahid sebagai identitas atau simbol. Dalam praktik diskursifnya, pendekatan CoRep lebih strategis dengan menghindari penambahan elemen baru dalam kutipan narasumber serta meminimalisir resiko kesalahan interpretasi atau persepsi negatif, berbeda dengan CoCin yang cenderung lebih bebas dalam menambah elemen baru dari kutipan sehingga membuka peluang terciptanya asosiasi negatif. Pada dimensi praktik sosio-kultural ditemukan kerangka narasi yang berbeda dalam membentuk realitas sosial. Pemberitaan dalam CoCin cenderung berfokus pada bom bunuh diri dan aksi terorisme, sedangkan pemberitaan CoRep cenderung menonjolkan konsep kematian dan perjuangan spiritual. Pemberitaan dalam CoCin berpotensi mengubah pandangan individu terkait makna jihad dan syahid yaitu terjadinya transformasi dari makna positif menjadi negatif. Persepsi individu terhadap makna jihad dan syahid dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya yakni pengalaman pribadi, kognisi sosial, spektrum religiusitas dan pendidikan.
In recent years, the words jihad and syahid have often been narrowly understood, associated with acts of violence and terrorism, especially in mass media coverage. Mass media have differences in representing the words jihad and syahid. This study aims to examine how jihad and syahid are represented by CNN Indonesia and Republika.co.id. Referring to Fairclough's (1995) critical discourse analysis approach, the data were analyzed through three stages: textual dimensions, discursive practices, and socio-cultural practices. Halliday's (1985) LFS theory that focuses on the transitivity system was used for the textual dimension analysis. The discursive practice dimension identification stage uses theory of intertextuality and Searle's (1969) speech acts. Meanwhile, Berger & Luckmann's (1991) social construction theory is used to identify the dimensions of socio-cultural practices. With the help of AntConc corpus tools version 4.2.2, this research examines 2 different corpus named CoCin and CoRep. Quantitative and qualitative methods were applied to measure and compare the frequency distribution and dominant patterns in both corpora and then describe and interpret them. The results of the transitivity system analysis at the textual dimension stage show that the news texts in CoCin and CoRep contain experiential, relational and expressive values. CoCin tends to represent jihad and syahid as real actions by terrorism perpetrators that are oriented towards certain goals. Meanwhile, CoRep tends to represent jihad and syahid as an identity or symbol. In its discursive practice, CoRep's approach is more strategic by avoiding the addition of new elements in the sources' quotes and minimizing the risk of misinterpretation or negative perceptions, in contrast to CoCin which tends to be more free in adding new elements to the quotes, thus opening up opportunities for negative associations. In the socio-cultural practice dimension, there are different narrative frameworks in shaping social reality. CoCin news tends to focus on suicide bombings and acts of terrorism, while CoRep news tends to emphasize the concept of death and spiritual struggle. News coverage in CoCin has the potential to change individual views regarding the meaning of jihad and syahid, namely the transformation from positive to negative meanings. Individual perceptions of the meaning of jihad and syahid are influenced by various factors including personal experience, social cognition, religiosity spectrum and education.
Kata Kunci : Jihad, Syahid, CNN Indonesia, Republika.co.id, Analisis Wacana Kritis Fairclough, Korpus