Pengaruh Anemia Pada Ibu Hamil Terhadap Insidensi Asfiksia Neonatorum
Suhardjanto, dr. Bharoto Winardi S.
1993 | Skripsi | S1 KEDOKTERANTelah dilakukan penelitian secara retrospektif, dengan rancangan potongan lintang (cross-sectional studv design) tentang pengaruh anemia pada ibu hamil terhadap insidensi asfiksia neonatorum. Pada penelitian ini dilakukan dikotomi menurut ada tidaknya anemia, data diambil dari data obstetrik yang ada di Bagian Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUP DR. Sardjito selama kurun waktu 2 tahun (1 Januari 1990 - 31 Desember 1991). Sebanyak 2797 ibu yang melahirkan, terdapat 2356 ibu dan bayinya yang memenuhi kriteria subyek sebagai subyek penelitian, dengan 2007 ibu hamil tanpa anemia dan 349 ibu hamil dengan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan insidensi dan mengetahui perbedaaan resiko asfiksia neonatorum pada ibu hamil dengan anemia atau tanpa anemia. Penelitian ini juga untuk mengetahui kemaknaan variabel-variabel yang berpengaruh terhadap asfiksia neonatorum secara bersamaan. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Uji statistik, untuk mengetahui kemaknaan perbedaan antara 2 variabel dengan uji-t, uji kai kuadrat, dan OR (Odds-ratio) untuk mengetahui besarnya perbedaan risiko terjadinya asfik- sia neonatorum pada ibu hamil dengan anemia dan tanpa anemia. Untuk mengetahui kemaknaan variabel-variabel yang berpengaruh terhadap asfiksia neonatorum secara bersamaan, yaitu paritas, presentasi janin, anemia, dan umur ibu dilakukan analisis nulitple regression. Terdapat perbedaan yang bermakna (p < 0,05) antara insidensai asfiksia neonatorum pada ibu hamil dengan anemia dan tanpa anemia, dengan resiko terjadinya asfiksia neonatorum sebesar 1,29 pada ibu hamil dengan anemia. Variabel-variabel yang berpengaruh terhadap asfiksia neonatorum, secara bersamaan dilakukan analisis multiple regression menunjukkan hasil yang sangat bermakna secara statistik (p < 0,001).
Kata Kunci : anemia, ibu hamil, Insidensi Asfiksia Neonatorum