Studi tenaga kerja pada musim tanam tembakau vorstenland di PNP XIX Kebonarum kabupaten Klaten
Mulyadi H.S., Drs. Alip Sontosudarmo; Drs. Tukiran
1981 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANStudi mengenai ketenaga kerjaan dewasa ini menarik perhatian, mengingat bahwa permintaan dan penawaran akan tenaga kerja tidak seimbang. Sebetulnya yang menarik dalam studi tenaga kerja musiman di daerah perkebunan tembakau adalah untuk mengetahui ciri-ciri tenaga ker ja musiman yang bekerja di perkebunan tembakau vorstenland, tingkah laku tenaga kerja di perkebunan, serta mengetahui jumlah tenaga kerja yang digunakan atau terserap dalam perkebunan. Disamping bertujuan seperti yang tersebut di atas ingin mengetahui keadaan sosial ekonomi dari tenaga kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, untuk menentukan daerah sampel dilaksanakan secara sampling. Untuk menentukan daerah sampelnya dengan merata-rata kan dari jumlah tenaga kerja masing-masing kasinderan. Kemudian menentukan kasinderan yang terletak di atas, rata-rata dan kasinderan di bawah rata-rata. Secara undian un tuk mengambil kasinderan di atas rata-rata dan di bawah rata-rata. Kasinderan Karangduren dari hasil undian yang terletak di atas rata-rata dan kasinderan Basin sampel di bawah rata-rata. Responden dalam penelitian ini yaitu tenaga kerja yang berumur 10 tahun ke atas yang mengikuti jenis pekerjaan di perkebunan musim tanam 1979/1980. Pelaksanaan pengambilan responden dengan mencatat tenaga kerja di perkebunan yang terdapat di kedua kas inderan tersebut. Setelah mereka tercatat seluruhnya kemudian di interview sebagai responden. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data se kunder serta wawancara bebas dengan pejabat dan buruh perkebunan yang lebih berpengalaman yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Data primer yang dikumpulkan meliputi data demografi; aktivitas tenaga kerja, sosial ekonomi tenaga kerja dan data mobilitas tenaga kerja. Data se kunder yang dikumpulkan mencakup data jumlah tenaga kerja, luas areal perkebunan jenis kegiatan perkebunan, peta ini diperoleh dari kantor PNP ke bonarum, Biro research dan Kantor lain ya ng ada kaitannya dengan penelitian ini. Juga mengadakan wawancara bebas yang diperoleh meliputi cara mendapatkan tenaga kerja apabila suatu kasinderan kurang atau sulit untuk mendapatkan tenaga kerja. Cara memberi upah, mengatur tenaga kerja dan wawancara sejarah perkembangan PNP Dalam hal ini ternyata penting untuk melengkapi data dan membantu analisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar 50% lebih pekerjaan pokok mereka adalah dari buruh tani dan buruh srabutan. Setiap ada kesempatan pekerjaan di perkebunan mereka turut bekerja, sehingga mereka banyak pengalaman kerja di perkebunan. Penyerapan tenaga kerja dari masing-masing kegiatan jumlah jam kerja berbeda seperti halnya pembibitan yaitu 100 tenaga kerja per hektar memerlukan 852 jam kerja. Pengolahan tanah yaitu 100 tenaga kerja per hektar dengan 878 jam kerja. Kegiatan tanam yaitu 100 tenaga kerja dan 546 jam kerja. Pemeliha raan yaitu 100 tenaga kerja dengan 840 jam kerja per hek tar, dan panen yaitu 100 tenaga kerja tetapi jumlah jam kerja 1500 jam kerja per hektar. Walaupun usaha perkebunan cukup banyak menyerap tenaga kerja dan memberi kesempatan kerja pada buruh lain dan petani yang mau bekerja di perkebunan. Sebab pekerjaan ini diserahkan pada mereka tetapi yang mengon trol dan mengatur dari PNP.
-
Kata Kunci : Tenaga kerja,Musim Tanam,Tembakau,Klaten,Kebonarum,Jawa Tengah