Pengaruh kombinasi takaran pupuk organik dan KCl terhadap sifat fisika dan kimia serta serapan K dan hasil bawang merah
SYARIAH, Amaliyah, Dr.Ir. Bambang Hendro Sunarminto, SU
2004 | Tesis | S2 Ilmu TanahAlfisol di Indonesia secara potensil dapat dimanfaatkan untuk lahan pertanian, namun terdapat beberapa permasalahan seperti rendahnya kandungan bahan organik, fosfor dan kalium. Peningkatan produktivitas Alfisol dapat dilakukan melalui penambahan bahan organik sehingga dapat mempengaruhi sifat fisik, kimia dan jasad renik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan apakah perlakuan takaran pupuk organik (punik) dan KCl yang terbaik sebagai kombinasi perlakuan atau secara tunggal terhadap beberapa sifat fisik dan kimia Alfisol serta pertumbuhan, hasil, kadar K dan serapan K pada bawang merah. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Kuningan Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dari bulan Januari sampai April 2004, menggunakan rancangan faktorial 3 x 3 dalam rancangan acak lengkap dengan 3 ulangan. Faktor pertama pupuk organik (punik) terdiri dari takaran 0, 1 dan 2 kali dosis rekomendasi (P0= 0 ton/ha; P1=7,5 ton/ha; dan P2=15 ton/ha). Faktor kedua adalah pupuk KCl dengan takaran 0, 1, dan 2 kali dosis rekomendasi, (K0= 0 kg/ha; K1= 200 kg/ha; K2= 400 kg/ha). Hasil penelitian menunjukan kombinasi punik dan KCl pada takaran 15 ton punik/ha dan tanpa KCl (P2K0) memberikan hasil tertinggi pada volume pori total, volume pori drainase cepat, volume pori drainase lambat, dan volume pori penyimpan air, K total, KPK, dan berat basah trubus. Perlakuan punik pada takaran 15 ton/ha (P2) memberikan hasil tertinggi pada permeabilitas, berat volume, volume pori total, volume pori drainase, volume pori drainase cepat, dan volume pori penyimpan air, C organik, asam humat, K total, dan kejenuhan basa; kadar K pada trubus serta umbi, dan serapan K pada akar, trubus dan umbi bawang merah. Perlakuan pupuk KCl pada takaran 400 kg/ha (K2) memberikan hasil tertinggi pada volume pori drainase lambat, pH H2O, K total, dan kejenuhan basa, berat basah trubus, akar, serta umbi; kadar K pada trubus, akar, serta umbi; dan serapan K pada akar dan umbi. Pemberian punik sampai takaran 15 ton/ha pada Alfisol Karang Gayang Kebumen Jawa Tengah belum dapat meningkatkan hasil bawang merah yang nyata.
In Indonesia Alfisols is potential to extended agriculture land, but it has any problems like organic matter, phospor, and potassium low contains. Productivity Alfisol can be increased by organic matter, and then to improve on physic, chemist and soil microorganism characteristics. The objective of the research were to identify the organic matter and KCl fertilizations as the best treatment combination or as single factor on phisicals, chemicals, growth, yield, K contains and absobsion shallot. The experiment used 3 x 3 factorials design with three replications and arranged Completely Randomized Designs. The first factor consisted of three level of organic matter i.e. 0, 1 and 2 recommendation dosage (P0= 0 ton/ha; P1=7,5 ton/ha; dan P2=15 ton/ha). The second factor consisted of three level of KCl dosage i.e. 0, 1 and 2 recommendation dosage (K0= 0 kg/ha; K1= 200 kg/ha; K2= 400 kg/ha). The result of this research showed that organic matter and KCl combination on level 15 ton/ha and zero KCl (P2K0) is positively affect volume pore, quick drainage of volume pore, delay drainage of volume pore, and water saves of volume pore, total K, CEC, and K contains on leaves and tubers of the shallot. Applications of organic matter alone 15 ton/ha (P2) is positively affect to permeability, volume of weight, completely of volume pore, quick drainage of volume pore, and water saves of volume pore, C-organic, humat acid, total K, base saturation, K contains of leaves and tuber, K absorbsion of leaves, roots and tuber of the shallot. Applications of KCl alone 400 kg/ha (K2) is positively affect to delay drainage of volume pore, pH H2O, K total, base saturation, dry weight of leaves, root and tuber; the highgest K contains on leaves, root and tuber, K absorbsion of root and tuber. Applications of punik 15 ton/ha (P2) in Alfisol Karang Gayam Kebumen Jawa Tengah can not increased shallot yields.
Kata Kunci : Tanah Altisol,Pemupukan,Sifat Fisik dan Kimia,Hasil Tanaman, Organic matter, KCl, Alfisol, Shallot