Laporkan Masalah

Pemenuhan Keamanan Kesehatan Pengungsi oleh International Organization for Migration (IOM) di Pekanbaru

Amastya Fourinda Milandry, Dody Wibowo, M.A., Ph.D.; Dr. Titik Firawati, M.A.

2025 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penelitian ini fokus pada pemenuhan keamanan kesehatan pengungsi di Pekanbaru, Indonesia, sebagai bagian dari upaya pemerintah menangani pengungsi transit, meskipun Indonesia belum meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951. Pengungsi yang tinggal di tempat penampungan melebihi kapasitas dan tenda darurat menghadapi berbagai masalah kesehatan, sementara IOM berperan dalam menyediakan layanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan enam komponen dasar sistem kesehatan dari laporan WHO (2021) Health Systems for Health Security sebagai parameter untuk mengevaluasi efektivitas layanan kesehatan yang diberikan oleh IOM dan konsep aktor keamanan manusia untuk menganalisis relasi antarsektor. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif-kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang mengumpulkan data melalui wawancara dengan 13 narasumber dan analisis data sekunder dari laporan IOM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan kesehatan yang diberikan belum efektif dan berkualitas, dengan tantangan utama seperti kekurangan tenaga kesehatan, keterbatasan akses teknologi kesehatan, biaya pengobatan yang tinggi, dan koordinasi yang kurang optimal antara IOM dan Satgas PPLN Kota Pekanbaru. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk memperbaiki sistem kesehatan pengungsi dan meningkatkan koordinasi antar pihak terkait dalam meningkatkan perlindungan kesehatan pengungsi.

This research focuses on the fulfillment of health security for refugees in Pekanbaru, Indonesia, as part of the government's efforts to address transit refugees, even though Indonesia has not ratified the 1951 Refugee Convention. Refugees living in shelters beyond capacity and emergency tents face various health issues, while the IOM plays a role in providing health services. This research uses the six basic components of the health system from the WHO (2021) report Health Systems for Health Security as parameters to evaluate the effectiveness of health services provided by IOM and the human security actor concept to analyze intersectoral relations. The method used is descriptive-qualitative research with a case study approach, which collects data through interviews with 13 informants and secondary data analysis from IOM reports. The research shows that the healthcare services are neither effective nor of high quality. There are major problems, such as a lack of healthcare workers, limited access to health technology, high treatment costs, and poor coordination between the IOM and the PPLN Task Force in Pekanbaru City. These findings provide important insights for improving the refugee health system and enhancing coordination among relevant parties to increase refugee health protection.

Kata Kunci : Pengungsi, IOM, Keamanan Manusia, Keamanan Kesehatan, Aktor Keamanan Manusia.

  1. S2-2025-527767-abstract.pdf  
  2. S2-2025-527767-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-527767-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-527767-title.pdf