Laporkan Masalah

Pergeseran Bentuk Dan Makna Kala Kini Pada Penerjemahan Novel "Bukan Pasar Malam" Karya Pramoedya Ananta Toer Ke Dalam Bahasa Prancis Dan Implikasinya Terhadap Kesepadanan

Nuringtyas Solihah, Dr. Hayatul Cholsy, S.S., M.Hum.

2025 | Tesis | S2 Linguistik

Penelitian ini mengkaji penerjemahan kala kini dalam novel Bukan Pasar Malam karya Pramoedya Ananta Toer ke dalam bahasa Prancis melalui versi terjemahan La vie n’est pas une foire nocturne oleh Henri Chambert-Loir dan Denys Lombard. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk penerjemahan kala kini dalam teks sasaran, menganalisis pergeseran makna yang terjadi, serta mengkaji implikasinya terhadap kesepadanan antara teks sumber dan teks sasaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif antara teks sumber dan teks sasaran. Teori utama yang digunakan adalah teori pergeseran terjemahan oleh J.C. Catford dan teori kesepadanan oleh Mona Baker.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kala kini dalam bahasa Indonesia cenderung mengalami pergeseran kala dalam bahasa Prancis, didominasi oleh penggunaan bentuk lampau seperti passé simple dan imparfait. Pergeseran ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan struktur naratif dan sistem bahasa terutama dalam struktur sintaksis bahasa Prancis. Selain itu, ditemukan pula pergeseran makna seperti pernyataan menjadi asumsi, waktu aktual menjadi keadaan masa lalu, serta kondisi yang sedang berlangsung menjadi aksi yang telah selesai. Pergeseran ini mencerminkan tantangan penerjemahan antara bahasa yang tidak memiliki penanda kala gramatikal eksplisit seperti bahasa Indonesia dengan bahasa yang sangat tergantung pada sistem kala seperti bahasa Prancis. Secara keseluruhan, penerjemahan kala kini dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Prancis tidak hanya melibatkan pergeseran bentuk gramatikal, tetapi juga mempengaruhi kesepadanan makna dalam narasi sastra.

This study examines the translation of the present tense in the novel Bukan Pasar Malam by Pramoedya Ananta Toer into French, as found in its translated version La vie n’est pas une foire nocturne by Henri Chambert-Loir and Denys Lombard. The research aims to identify how present tense forms are translated into the target text, analyze the meaning shifts that occur, and examine their implications for equivalence between the source text and target text. This research uses a qualitative descriptive method with a comparative approach between the source and target texts. The main theories used are J.C. Catford's translation shift theory and Mona Baker's equivalence theory.

The results show that the present tense in Indonesian tends to undergo tense shifts in French, dominated by the use of past forms such as passé simple and imparfait. These shifts are made to conform to the narrative structure and language systems especially in the syntactic structure of French. Additionally, meaning shifts were also found, such as statements becoming assumptions, actual time becoming past conditions, and ongoing conditions becoming completed actions. These shifts reflect the challenges of translation between languages that do not have explicit grammatical tense markers like Indonesian and languages that heavily depend on tense systems like French. Overall, the translation of the present tense involves not only shifts in grammatical form but also affects the equivalence of meaning in literary narrative.

Kata Kunci : Penerjemahan Kala, Indonesia-Prancis, Novel, Kesepadanan

  1. S2-2025-524003-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524003-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524003-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524003-title.pdf