Laporkan Masalah

Perubahan pola pengeluaran rumahtangga dipropinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 1993 dan 1998 : Analisis data susenas kor tahun 1993 dan 1998

Nurhayati, Drs. Soewadi Mulyowiyono, M.S.

2001 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan empat kabupaten dan satu Kotamadya mempunyai variasi pola hidup yang berbeda-beda antara kabupaten satu dengan kabupaten lainnya. Adanya krisis ekonomi yang dimulai sejak pertengahan tahun 1997 sampai saat ini berdampak pada berbagai sendi kehidupan, salah satu dampak yang dialami adalah perubahan pengeluaran rumahtangga kaitannya dengan anggota rumahtangga, kualitas rumah dan pendidikan tinggi anggota rumahtangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan pola pengeluaran kaitannya dengan jumlah anggota rumahtangga, kualitas rumala dan pendidikan tinggi anggota rumahtangga pada periode tahun 1993 dan tahun 1998.Daerah penelitian yang diambil propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan alasan Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai karakteristik sosial ekonomi yang heterogen dan mempunyai laju pertumbuhan penduduk yang kecil. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data mentah (raw data) SUSENAS tahun 1993 dan 1998, dengan tehnik analisis yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dari hasil tabel frekuensi dan tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila jumlah anggota rumahtangganya sedikit maka pengeluaran untuk masing-masing anggota rumahtangga besar, sedangkan apabila jumlah anggota rumahtangganya banyak maka pengeluaran untuk masing-masing anggota rumahtangga makin sedikit. Kaitannya kualitas rumah dengan pola pengeluaran yang sudah dibagi menjadi miskin dan tidak miskinmengalami perubahan yang baik yaitu terjadi peningkatan yang baik pada kualitas rumah. Kemudian kaitannya dengan pendidikan ternyata pada tingkat pendidikan

The Special Province of Yogyakarta has four regencies and one municipality with each different variety of life patterns. Since mid of 1997 up to now, economic crises has affected on various life aspects. One of them is a household expenditure change related to the household's members, house quality and educational level of the household's members. The study is purposed to know the change pattern of expenditure related to total amount of the household's members during 1993 to 1998 period. The Special Province of Yogyakarta was chosen as an investigation area, because, it has social-economical characteristics and small population growth rate. The study used raw data of SUSENAS (the National Social-Economical Survey) of 1993 and 1998. Quantitative analysis from the frequency table and cross table was used as analytical techniques. The result of research showed that, the smaller the members' amount of any household, its expenditure is higher. While, if the member amount is big enough, then its expenditure is lower. The correlation between house quality with expenditure pattern that has been divided into poor and not poor has changed. There was good change of house quality improvement. Its correlation to educational level showed that, the educational level less than Elementary School (SD) level has decreased. The educational level of Elementary School to Junior High School (SD-SMP) has increased. And for Senior High School (SMA) and up, there is a decrease of the poor people group and an increase of not-poor people group.

Kata Kunci : Pengeluaran rumah tangga,krisis ekonomi,kualitas rumah,karakteristik sosial ekonomi,Kota Yogyakarta,DIY

  1. S1-2001-101058-Nur_Hayati-abstract.pdf  
  2. S1-2001-101058-Nur_Hayati-bibliography.pdf  
  3. S1-2001-101058-Nur_Hayati-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2001-101058-Nur_Hayati-title.pdf