Laporkan Masalah

Strategi kelangsungan hidup wanita kepala rumah tangga di perkotaan di masa kritis : Studi kasus dikecamatan Umbulharjo, Yogyakarta

Nur Darajati, Prof. Drs. Kasto, M.A.

2001 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Wanita Kepala Rumah Tangga mempunyai karakteristik yang khas karena keterbatasan yang mereka miliki. Beban hidup WKRT tersebut semakin berat dengan adanya krisis ekonomi yang mempunyai dampak tersendiri bagi masyarakat kalangan bawah terutama di perkotaan yang tidak menerapkan sistem pertanian subsistem yang dapat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Daerah Umbulharjo merupakan daerah perkotaan yang terletak di zone pinggir kota Yogyakarta sehingga mempunyai karakteristik yang khas tentang WKRT dengan strategi kelangsungan hidupnya di masa krisis ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) karakteristik sosial ekonomi WKRT, (2) strategi kelangsungan hidup yang dilakukan oleh WKRT tersebut di masa krisis dan (3) hubungan antara karakteristik sosial ekonomi tersebut dengan penerapan strategi kelangsungan hidupnya. Analisis dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan oleh Tim Geografi Manusia, dan kemudian penulis mengambil sampel responden khusus daerah perkotaan dan diolah dengan SPSS PC+ 9,0. Analisis data yang digunakan adalah tabel frekuensi, tabulasi silang, dan deskripsi dengan analisis Chi- square dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar WKRT berada pada usia tua, mempunyai karakteristik sosial ekonomi yang relatif rendah karena rendahnya taraf pendidikan mereka Berdasarkan uji statistik yang dilakukan diketahui bahwa ada hubungan yang positif antara pendidikan dan status sosial ekonominya Rumah dan tanah bagi WKRT di daerah penelitian memegang peranan penting dalam kaitannya dengan kesejahteraan rumah tangga WKRT tersebut baik dilihat dari status kepemilikannya maupun kualitas rumah itu sendiri. Terjadinya krisi ekonomi membawa dampak tersendiri bagi kehidupan WKRT terutama dalam pemenuhan kebutuhannya. Sebagian besar WKRT lebih mementingkan kebutuhan primernya tanpa sempat memperhatikan kebutuhan lainnya. Untuk pemenuhan kebutuhan primer pun di masa krisis ini sebagian besar berada dalam katagori rendah dan yang tergolong mempunyai kemampuan yang cukup baik dalam memenuhi kebutuhan primernya hanya 3 persen dari WKRT yang berkesejahteraan tinggi. Pemenuhan kebutuhan sekunder tergolong rendah namun pemenuhan kebutuhan tersiernya tergolong rendah. Strategi kelangsungan hidup yang paling banyak diterapkan yaitu strategi 1 yaitu dukungan jaringan sosial informal dan strategi 3 yaitu diversifikasi sumber pendapatan. Strategi 2 yaitu fleksibilitas anggota rumah tangga dilakukan oleh WKRT yang berkesejahteraan tinggi dan tidak dijumpai WKRT yang menrapkan strategi 4 yaitu menempati tanah yang bukan haknya. Penerapan strategi ini tidak terkait dengan usia WKRT, status kepemilikan tanah dan rumah serta dengan kesejahteraan WKRT tersebut

Women Household Headed have special characteristic because of the limitedness they have. The burder of life of Women Household Headed is more and more hard in this economic crisis situation, that has own impact for the low grade society especially in urban are that doesn't apply subsitem aggriculture system that can't fulfill their daily need. Umbulharjo is an urban area located in the border zone of Yogyakarta, so that having special characteristic about Women Household Headed with they live existence strategy in crisis period. This research has purpose to know: (1) the social and economic characteristic of Women Household Headed, (2) live existence strategy doing by Women Household Headed in the crisis period and (3) connection between economic society characteristic with appling their live existence strategy. The analysis is done with using secondary data that is got from research done by Human Geography Team, and then the writer take sample from special respondent of urban area and processed with SPSS PC+ 9,0. The analysis data that is used are: frequancy table, crosstab and description with chi-square and correlation. Research result shows the majority of Women Household Headed in the old age, have characteristic of economic and social at low grade because of their education are low. According to the statistice test that is done, is known that there are positive connection between education and social-economic status. In the research area, house and land for Women Household Headed hold an important role in the connection with Women Household Headed's household prosperity as seen from the owner status or the quality of the house. Economic crisis situation bring own impact for Women Household Headed live, especially in fulfill their need. Most Women Household Headed are more to emphasize their primary need without chance to pay attention to other needs. Even the fulfill primary need in the crisis situation, most of them in the lower category and a part who have good enough ability in fulfill their primary need are only 3 percent from Women Household Headed who have high prosperity. In fulfillment the secondary need is classified lower but in fulfillment their terrier need is classified lower, too. The live existence strategies that are most applied are the first strategyis informal social need support and the third strategy is diversification income. The second strategy is flexibility of household members done by Women Household Headed who have high prosperity and are not met Women Household Headed who apply strategy 4 is to occupy land that isn't their right. Applying of this strategy doesn't have connection with the age of Women Household Headed, land owner status and house also with Women Household Headed's prosperity.

Kata Kunci : Wanita kepala rumah tangga,Yogyakarta,Umbulharjo,DIY,Strategi kelangsungan hidup

  1. S1-2001-79396-Nur_Darajati-abstract.pdf  
  2. S1-2001-79396-Nur_Darajati-bibliography.pdf  
  3. S1-2001-79396-Nur_Darajati-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2001-79396-Nur_Darajati-title.pdf