Laporkan Masalah

Analisis penentuan sektor perekonomian unggulan di Propinsi Maluku Utara

TURUY, Saiful, Dr.Ir. Irham, MSc

2004 | Tesis | S2 Ekonomi Pertanian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan sektor perekonomian unggulan di Propinsi Maluku Utara. Penelitian ini menggunakan Tabel Input-Output Propinsi Maluku Utara tahun 2001, dengan klasifikasi 24 x 24 sektor dan di analisis melalui dua pendekatan. Pertama, analisis struktur dengan indikator keterkaitan ke depan dan ke belakang. Kedua, analisis kondisi perekonomian dengan indikator angka pengganda output dan pengganda pendapatan. Sektor unggulan adalah sektor yang mempunyai keterkaitan tertinggi dari analisis struktur dan pengganda output tertinggi dari analisis kondisi perekonomian. Analisis struktur dengan indikator indeks daya penyebaran tertinggi adalah sektor perdagangan sebesar (2.1600) diikuti oleh sektor perikanan (1.7666), pertambangan dan penggalian (1.4156), tanaman bahan makanan (1.2053), angkutan laut (1.1702). Sektor yang mempunyai daya penyebaran terkecil adalah sektor kehutanan sebesar (0.9458). Sedangkan. Derajad kepekaan tertinggi adalah sektor industri pengolahan sebesar (1.2669) di ikuti oleh sektor air bersih (1.2238), restoran (1.2152), bangunan (1,2008) dan listrik (1.1890). Analisis kondisi perekonomian dengan pendekatan angka pengganda menunjukan bahwa ngka pengganda output tertinggi adalah industri pengolahan sebesar (1.9254) diikuti oleh sektor air bersih (1.8601), estoran (1.8466), bangunan (1.8249), listrik (1.8069). Angka pengganda pendapatan menunjukan bahwa sektor jasa pemerintahan umum menempati peringkat pertama sebesar ( 1.1027) dan diikuti oleh sektor pertambangan dan penggalian (0.7726), tanaman pangan (0.7320), perdagangan (0.6558) dan perkebunan (0.6004). Dengan menggunakan klasifikasi sektor atas dasar Indeks Daya Penyebaran dan Indeks Derajat Kepekaan serta indikator angka pengganda menunjukan bahwa sektor industri pengolahan merupakan sektor unggulan dalam membentuk perekonomian di Propinsi Maluku Utara. Hal ini berarti sektor tersebut membutuhkan perhatian pemerintah secara serius dan bijaksana dalam upaya menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengelolaan sumber daya lokal.

The aim of this research is to find out what is the superior economic sector in North Maluku. It uses Input-Output table 2001of North Maluku Province, with classification 24x24 sectors and analyzed through two approaches. First, it was analyzed by using structural analyses and the relation toward and as the indicators. Second, it is analyses on economic condition by using output and input multiplier numbers as the indicators. Superior sector is sector which has highest relation to structural analyses and highest output multiplier of economic condition analyses. Structural analyses which use highest spread force as indicator is trade sector which is 2.1600, followed by fishery sector (1.7666), mining and digging sector (1.1702). Sector which has the lowest spread force is forestry (0.9458). Otherwise, sector which has highest degree of sensitivity is manufacturing industry (1.2669) followed by pure water sector (1.2238), restaurant (1.2512), building (1.2008) and electricity sector (1.1890). Economic condition analyses by using multiplier approach show that the highest output multiplier is manufacturing industry (1.9254), followed by pure water (1.8601), restaurant (1.8466), building (1.8249), electricity (1.8069). Input multiplier numbers show that government public service sits on first rank (1.1027) and followed by mining and digging sector (0.7726), plantation for food (0.7320), trade (0.6558) and gardening (0.6004). By using sectors classifications on Spread Force and Sensitivity Degree and Multiplier Number show that Manufacturing Industry is the superior sector in forming economic in North Maluku. It means that sector needs serious government attention in order to keep the regional economic growth stabilization through good local natural resource management.

Kata Kunci : Ekonomi Pertanian,Sektor Unggulan, Input-Output, Leading Sectors, Output Multiplier

  1. S2-2004-SaifulTuruy-abstract.pdf  
  2. S2-2004-SaifulTuruy-bibliography.pdf  
  3. S2-2004-SaifulTuruy-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2004-SaifulTuruy-title.pdf