Kajian Hasil Tangkapan Jaring Tarik Berkantong Terhadap Kriteria Ramah Lingkungan di PPN Tasikagung Kabupaten Rembang
Arum Ulfah Dewantari, Prof. Dr. Ir. Djumanto, M.Sc.; Dr. Ir. Eko Setyobudi, S.Pi, M.Si.
2025 | Tesis | S2 ILMU PERIKANAN
Jaring tarik berkantong (JTK) merupakan alat tangkap yang digunakan nelayan di PPN Tasikagung, Rembang, sebagai modifikasi dari cantrang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberlanjutan dan dampak lingkungan dari penggunaan JTK berdasarkan standar Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) melalui analisis uji frekuensi, uji komparasi, dan uji korelasi. Metode penelitian melibatkan observasi, wawancara, serta analisis skor keramahan lingkungan. Hasil uji frekuensi menunjukkan bahwa 48,2% responden setuju bahwa JTK cukup selektif, sementara 43,4% tidak setuju atau sangat tidak setuju, mengindikasikan masih adanya perbedaan pandangan terkait efektivitas alat tangkap. Uji komparasi menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok nelayan yang mengoperasikan JTK dengan kepatuhan tinggi terhadap regulasi dibandingkan dengan yang tidak, terutama dalam aspek efisiensi tangkapan dan jumlah ikan hasil sampingan yang terbuang. Uji korelasi mengungkapkan hubungan positif yang kuat antara penerapan keselamatan kerja dengan tingkat keberlanjutan operasional perikanan (r = 0,72, p < 0>
Modified Danish Seine is a fishing gear used by fishermen at PPN Tasikagung, Rembang, as a modification of cantrang. This study aims to evaluate the sustainability level and environmental impact of Modified danish seine usage based on the Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) standards through frequency analysis, comparative analysis, and correlation analysis. The research methods included observations, interviews, and an analysis of environmental friendliness scores. The frequency test results indicate that 48.2% of respondents agreed that Modified danish seine is relatively selective, while 43.4% disagreed or strongly disagreed, suggesting a divergence of opinions regarding the effectiveness of this fishing gear. The comparative test revealed a significant difference between fishermen who operate Modified danish seine with high compliance to regulations and those who do not, particularly in terms of catch efficiency and the amount of discarded bycatch. Correlation analysis showed a strong positive relationship between the implementation of occupational safety measures and the sustainability level of fishing operations (r = 0.72, p < 0>
Kata Kunci : Jaring Tarik Berkantong, Code of Conduct for Responsible Fisheries, Perikanan berkelanjutan, Dampak lingkungan perikanan