Efektivitas Ekstrak Tanaman Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.) Terhadap Mortilitas Larva Aedes aegypti (Linnaeus, 1762)
Safaa Azahra, Dr. Dra. Raden Roro Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, B.Sc., DAP&E. M.Biomed.
2025 | Skripsi | BIOLOGI
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit endemik di wilayah tropis dan sebagian wilayah subtropik. Vektor DBD adalah nyamuk Aedes aegypti L. Tanaman kumis kucing (Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.) diperkirakan memiliki potensi sebagai biolarvasida untuk mengendalikan Ae. aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder serta mengetahui dan menjelaskan formulasi biolarvasida ekstrak metanol daun kumis kucing yang efektif terhadap larva, serta menganalisis Angka Bebas Jentik (ABJ) dan House Index (HI) di Pagersari, Mungkid, Magelang. Pada penelitian ini dikoleksi telur dari 100 rumah warga di Desa Pagersari, Mungkid, Magelang. Rearing dan uji efektivitas dilakukan di Laboratorium Sistematika Hewan. Terdapat 6 kelompok perlakuan dengan variasi konsentrasi (0,28 – 0,63%) dan 2 kelompok kontrol (akuades dan abate). Data dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji statistik nonparametrik Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney serta dilakukan analisis probit untuk nilai LC?? dan LC??. Ekstrak daun kumis kucing mengandung fenol, flavonoid, saponin, dan tannin. Konsentrasi uji optimal sebagai biolarvasida adalah pada konsentrasi 0,56?n 0,63?ngan kematian 100% larva, dan diperoleh nilai LC?? dan LC?? 24 jam secara berturut-turut adalah sebesar 0,32?n 0,44%. Nilai ABJ dan House Index terukur adalah 66 dan 34% yang menandakan bahwa pada lokasi penelitian memiliki tingkat kepadatan jentik dan potensi penularan sedang.
Dengue fever is endemic in tropical and some subtropical regions. The vector of DHF is the Aedes aegypti L. mosquito. The cat whisker plant (Orthosiphon aristatus (Blume) Miq.) is thought to have potential as a biolarvicide to control Ae. aegypti. This study aims to identify the secondary metabolites content and to formulate an effective biolarvicides from methanol extract of cat's whisker leaves against larvae, as well as analyzing the Angka Bebas Jentik (ABJ) and House Index (HI) in Pagersari, Mungkid, Magelang. In this study, mosquito eggs were collected from 100 houses in Pagersari village, Mungkid, Magelang. Rearing and effectiveness tests were conducted at the Animal Systematics Laboratory. There were six treatment groups with various concentrations (0,28 – 0,63%) and two control groups (aquadest and abate). Data were analyzed using SPSS program with Kruskal Wallis nonparametric statistical test followed by Mann-Whitney test and probit analysis for LC?? and LC?? values. Cat whisker leaf extract contains phenols, flavonoids, saponins, and tannins. The optimal test concentrations as bioavoidance were at 0,56% and 0,63% concentrations with 100% larval mortality, and the 24-hour LC?? and LC?? values were 0,32% and 0,44%, respectively. The measured ABJ and House Index values were 66 and 34%, indicating that the study site has a moderate level of larval density and transmission potential.
Kata Kunci : Aedes aegypti, biolarvasida, demam berdarah dengue, kumis kucing, larva