Analisis Perbandingan Biaya dan Efektivitas Penggunaan Obat Ramipril dan Candesartan pada Pasien Hipertensi dengan Gangguan Jantung
Safira Khairina, Prof. Dr. apt. Tri Murti Andayani, Sp.FRS.; Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati
2025 | Tesis | S2 Mag.Farmasi Klinik
Hipertensi
atau tekanan darah yang tinggi dan tidak terkontrol terbukti memiliki hubungan
yang erat terhadap kejadian penyakit kardiovaskuler. Terapi hipertensi melalui
intervensi pada Renin Angiotensin Aldosterone System (RAAS), dengan Angiotensin-Converting
Enzymes Inhibitor (ACEI) atau Angiotensin Receptor Blocker (ARB)
dalam pengendalian tekanan darah terbukti dapat memberikan manfaat terhadap
kardiovaskuler. Ramipril dan candesartan dipilih karena efektivitasnya dalam
pengendalian tekanan darah, serta harganya yang murah. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui perbandingan efektivitas dan biaya pengobatan ramipril dan
candesartan pada pasien hipertensi dengan gangguan jantung.
Penelitian
ini merupakan penelitian observasional-analitik dengan rancangan kohort
retrospektif berdasarkan perpektif rumah sakit. Subjek yang digunakan adalah
pasien hipertensi dengan komorbid gangguan jantung rawat jalan dalam periode
waktu Januari – Juni 2023. Efektivitas dinilai berdasarkan
persentase pasien dengan kejadian tekanan darah terkontrol dan kejadian tidak
hospitalisasi dalam waktu 12 bulan berdasarkan data rekam medis. Data biaya
medis langsung diperoleh dari tagihan biaya pasien, meliputi biaya obat dan bahan
medis habis pakai, penunjang medis, konsultasi dokter, asuhan keperawatan, jasa
rumah sakit dan administrasi. Analisis statistik pada tingkat kepercayaan 95% dilakukan
dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara kelompok obat
dengan luaran klinis, dan uji Mann-Whitney atau uji independent t
test untuk mengetahui perbedaan biaya.
Hipertensi atau tekanan darah yang tinggi dan tidak terkontrol terbukti memiliki hubungan yang erat terhadap kejadian penyakit kardiovaskuler. Terapi hipertensi melalui intervensi pada Renin Angiotensin Aldosterone System (RAAS), dengan Angiotensin-Converting Enzymes Inhibitor (ACEI) atau Angiotensin Receptor Blocker (ARB) dalam pengendalian tekanan darah terbukti dapat memberikan manfaat terhadap kardiovaskuler. Ramipril dan candesartan dipilih karena efektivitasnya dalam pengendalian tekanan darah, serta harganya yang murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas dan biaya pengobatan ramipril dan candesartan pada pasien hipertensi dengan gangguan jantung.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional-analitik dengan rancangan kohort retrospektif berdasarkan perpektif rumah sakit. Subjek yang digunakan adalah pasien hipertensi dengan komorbid gangguan jantung rawat jalan dalam periode waktu Januari – Juni 2023. Efektivitas dinilai berdasarkan persentase pasien dengan kejadian tekanan darah terkontrol dan kejadian tidak hospitalisasi dalam waktu 12 bulan berdasarkan data rekam medis. Data biaya medis langsung diperoleh dari tagihan biaya pasien, meliputi biaya obat dan bahan medis habis pakai, penunjang medis, konsultasi dokter, asuhan keperawatan, jasa rumah sakit dan administrasi. Analisis statistik pada tingkat kepercayaan 95% dilakukan dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara kelompok obat dengan luaran klinis, dan uji Mann-Whitney atau uji independent t test untuk mengetahui perbedaan biaya.
Dari hasil penelitian, pada 66 pasien kelompok ramipril terdapat 53 pasien (80%) dengan kejadian tekanan darah terkontrol dan 55 pasien (83%) dengan kejadian tidak hospitalisasi. Pada 52 pasien kelompok candesartan, terdapat 38 pasien (73%) dengan kejadian tekanan darah terkontrol dan 41 pasien (79%) dengan kejadian tidak hospitalisasi. Besar total rata-rata biaya pengobatan per tahun pada kelompok ramipril adalah Rp 2.052.900,11 dan pada kelompok candesartan adalah Rp 2.885.857,62. Berdasarkan analisis statistik, menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada efektivitas ramipril dan candesartan dalam kejadian tekanan darah tidak terkontrol (nilai p = 0,354), kejadian hospitalisasi (nilai p = 0,534), serta pada biaya pengobatannya (nilai p = 0,896).
Kata Kunci : Analisis biaya, ACEI, ARB, antihipertensi