Clinical Hypnosis Untuk Meningkatkan Subjective Well-Being (Swb) dan Quality Of Life (Qol) Pada Individu Dengan Depresi
DANANG SETYO BUDI BASKORO, Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., Psikolog
2025 | Disertasi | S3 Psikologi
Latar Belakang
Individu yang mengalami depresi dapat menghadapi hambatan dalam berbagai aspek kehidupannya. Hal ini menyebabkan penurunan dalam Subjective Well-Being (SWB) dan Quality of Life (QoL). Sementara itu, penanganan depresi di Indonesia masih belum optimal karena keterbatasan fasilitas kesehatan dan tenaga profesional di bidang kesehatan mental. Diperlukan suatu penanganan psikologis yang efisien dan memiliki kemungkinan kambuh yang rendah untuk menjawab kebutuhan ini. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa Clinical Hypnosis dapat membantu individu yang mengalami depresi dalam mengelola gejalanya. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas Clinical Hypnosis dalam meningkatkan Subjective Well-Being dan Quality of Life pada individu dengan depresi, menyusun modul yang sesuai untuk praktik klinis, serta pengembangan Standard Operating Procedures (SOP) dalam pengelolaan fasilitas layanan kesehatan.
Metode
Penelitian ini menggunakan metode Randomized Controlled Trial (RCT), yaitu studi eksperimental yang menggunakan prosedur acak untuk membagi peserta ke dalam berbagai kelompok perlakuan. Terdapat tiga kelompok dalam RCT ini: kelompok Clinical Hypnosis, kelompok Relaxation, dan kelompok Control, masing-masing terdiri dari 25 peserta. Alat ukur yang digunakan meliputi PWI, WHOQOL-BREF, PHQ-9, dan pengumpulan saliva yang dilakukan sebelum sesi pertama dan segera setelah sesi kedua. PANAS-X diberikan sebelum dan sesudah setiap sesi. Pengukuran data psikofisiologis seperti HRV dan GSR dilakukan selama sesi berlangsung. Analisis data dilakukan dengan uji signifikansi untuk melihat perbedaan dalam kelompok dan antar kelompok. Signifikansi dalam kelompok dinilai melalui perbandingan pretest, posttest, dan follow-up menggunakan paired sample t-test, sedangkan perbedaan antar kelompok dianalisis melalui skor gain pretest-posttest menggunakan One-Way ANOVA setelah uji homogenitas dan normalitas. Untuk data yang tidak normal digunakan Pairwise Comparisons & Kruskal-Wallis. Analisis korelasi dilakukan untuk melihat hubungan antar variabel. Analisis tematik terhadap percakapan selama sesi juga dilakukan untuk memahami dinamika psikologis peserta yang menjalani Clinical Hypnosis.
Hasil
Skor Subjective Well-Being pada kelompok Clinical Hypnosis meningkat secara signifikan (p<0>Relaxation (p=0.005) dan Control (p=0.007). Skor Quality of Life pada kelompok Clinical Hypnosis juga meningkat signifikan (p<0>Control (p=0.003), namun tidak berbeda signifikan dari kelompok Relaxation (p=0.197). Peningkatan terbesar pada Quality of Life kelompok Clinical Hypnosis terjadi pada aspek Psikologis (MD=2.88), diikuti aspek Fisik (MD=2.28), Sosial (MD=2.08), dan Lingkungan (MD=1.88). Skor depresi pada kelompok Clinical Hypnosis menurun signifikan (p<0>Control (p=0.003), namun tidak berbeda signifikan dari kelompok Relaxation (p=0.294). Skor Positive Emotion pada kelompok Clinical Hypnosis meningkat signifikan (p<0>Relaxation (p=0.003) dan Control (p<0>Negative Emotion menurun signifikan (p<0>Control (p=0.028), tetapi tidak signifikan dibanding kelompok Relaxation (p=0.194). Terjadi dinamika nilai GSR pada kelompok Clinical Hypnosis di setiap sesi, namun tidak terdapat perubahan signifikan pada skor gain antara sesi pertama dan kedua (p=0.474), maupun perbedaan yang bermakna dibanding kelompok Relaxation (p=0.197) dan Control (p=0.622). Skor HRV pada kelompok Clinical Hypnosis meningkat signifikan (p<0>Control (p=0.048), namun tidak dari kelompok Relaxation (p=0.125). Kadar salivary cortisol menurun pada kelompok Clinical Hypnosis, meskipun tidak signifikan (p=0.526), dan tidak berbeda bermakna dari kelompok Relaxation (p=0.178) maupun Control (p=0.085). SWB dan QoL berkorelasi positif, sedangkan keduanya berkorelasi negatif dengan depresi dan emosi negatif. Analisis tematik terhadap percakapan selama sesi Clinical Hypnosis menunjukkan perubahan positif pada emosi, persepsi, dan gejala fisik.
Diskusi
Clinical Hypnosis terbukti lebih efektif dalam meningkatkan Subjective Well-Being dan Quality of Life pada individu yang mengalami depresi dibandingkan dengan relaxation maupun tidak diberikannya intervensi. Clinical Hypnosis juga secara signifikan menurunkan gejala depresi, meningkatkan emosi positif, dan mengurangi emosi negatif, yang kemungkinan berkaitan dengan kemampuannya dalam memfasilitasi relaksasi, pencapaian kesadaran diri, dan kontrol emosi yang lebih baik. Perubahan positif pada nilai GSR dan HRV menunjukkan perbaikan keseimbangan sistem saraf otonom akibat relaksasi. Penurunan kadar salivary cortisol menunjukkan pengaruh terapi terhadap penurunan stres fisiologis. Namun demikian, terdapat variabilitas respons individu terhadap terapi yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Sesi tambahan (booster) atau tugas rumah diperlukan untuk mempertahankan hasil terapi dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Clinical Hypnosis efektif dalam meningkatkan kesejahteraan dan Quality of Life individu dengan depresi, serta menekankan pentingnya sesi tambahan untuk hasil jangka panjang. Respons terhadap terapi dipengaruhi oleh faktor individual, sehingga pendekatan personal perlu diterapkan. Terapi ini juga menunjukkan dampak positif pada fisiologi stres, yang diperkuat dengan penurunan kadar salivary cortisol serta perubahan nilai GSR dan HRV. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menilai daya tahan hasil terapi dan integrasi optimal dalam praktik klinis.
Background
Individuals suffering
from depression can experience impediments in various aspects of their lives.
This leads to a decline in their Subjective
Well-Being (SWB) and Quality of Life
(QoL). Meanwhile, the handling of depression in Indonesia has not been optimal
due to limited health facilities and professional mental health personnel.
There is a need for efficient psychological treatment with a low possibility of
relapse to address this need. Numerous studies have proven that Clinical Hypnosis can aid those suffering
from depression in managing their symptoms. This research was conducted to test
the effectiveness of Clinical Hypnosis
in improving the Subjective Well-Being
and Quality of Life of individuals
with depression, developing appropriate modules for use in clinical practice,
and the development of Standard Operating Procedures (SOP) in healthcare
facility management.
Methods
This study employed the
Randomized Controlled Trial (RCT) method, an experimental study utilizing
randomization procedures to allocate various levels of the study to
participants. The RCT compared three groups: the Clinical Hypnosis group, the Relaxation group, and the Control
group, each consisting of 25 participants. PWI, WHOQOL-BREF, PHQ-9, and Saliva
Collection were administered to all three groups right before the first session
and immediately after the second session was conducted. PANAS-X was given right
before and after each session. Psychophysiological data measurements, such as
HRV and GSR, were performed during the sessions. Data analysis was done using
significance tests for within-group and between-group differences. Within-group
significance was assessed by comparing pretest, posttest, and follow-up values
through a paired sample t-test, whereas between-group differences were examined
by comparing pretest-posttest gain scores across groups through One-Way ANOVA
after conducting homogeneity and normality tests on the data. Non-normal data
were analyzed using Pairwise Comparisons & Kruskal-Wallis. Correlation
analysis is performed to see the relationship between two variables.Thematic
Analysis of conversations during sessions was also carried out to understand
the psychological dynamics of participants receiving Clinical Hypnosis.
Results
Subjective Wellbeing
scores in the Clinical Hypnosis group
showed a significant increase (p<0 p=0.005) p=0.007)>Quality of Life scores in the Clinical
Hypnosis group significantly improved (p<0 p=0.003), p=0.197).>Quality
of Life scores in the Clinical
Hypnosis group was in the Psychological Aspect (MD=2.88), followed by
physical (MD=2.28), social (MD=2.08), and environmental aspects (MD=1.88).
Depression scores in the Clinical
Hypnosis group decreased significantly (p<0 p=0.003), p=0.294).>Clinical
Hypnosis group increased significantly (p<0 p=0.003)>
Discussion
Clinical
Hypnosis
has been proven to be more effective in improving Subjective Well-Being and Quality
of Life in individuals experiencing depression compared to Relaxation and
nondelivery of the intervention. Clinical
Hypnosis also significantly reduced depression symptoms, enhanced positive
emotions, and reduced negative emotions, which can be associated with its
ability to facilitate relaxation, achievement of self-awareness, and improved
emotional control. Positive changes in GSR and HRV values indicate an
improvement in the balance of the autonomic nervous system due to relaxation.
The decrease in salivary cortisol underscores the therapy's influence on
reducing physiological stress. However, there is variability in individual
responses to therapy affected by internal and external factors. Booster
sessions or homework are necessary to maintain therapy outcomes over an
extended period.
Conclusion
Clinical
Hypnosis
is effective in enhancing the well-being and Quality of Life of individuals with depression, highlighting the
need for booster sessions for long-term results. Responses are influenced by
individual factors, emphasizing the adaptation of personalized interventions.
This therapy also shows positive effects on stress physiology, reinforced by
decreased salivary cortisol levels and changes in GSR and HRV values. Further
research is needed to assess the durability and optimal integration into
clinical practice.
Kata Kunci : Clinical Hypnosis, Depresi, Subjective Well-Being, Quality of Life, GSR, HRV, RCT