Pengaruh tingkat naungan dan jumlah turus terhadap hasil dan kadar kalium daun Kumis Kucing (Orthosiphon Aristatus BL. MIQ)
SUWARDI, Ir. Sri Trisnowati, MSc
2004 | Tesis | S2 AgronomiPenelitian yang berjudul Pengaruh Tingkat Naungan dan Jumlah Turus Terhadap Hasil dan Kadar Kalium Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus Bl. Miq.) bertujuan untuk mengetahui tingkat naungan dan jumlah turus yang terbaik untuk menghasilkan simplisia dan kadar kalium tertinggi. Penelitian dilaksanakan di Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Penelitian berupa percobaan pot yang disusun menurut Rancangan Petak Terbagi (Split Plot), dengan tiga ulangan. Petak utama (main plot) adalah tingkat naungan terdiri dari 3 aras yaitu 0 %, 25 % dan 50 %, sebagai anak petak (sub plot) adalah jumlah turus yang terdiri tiga aras yaitu 1, 2 dan 3 turus per polibag. Setiap ulangan dari setiap perlakuan terdiri atas 9 unit polibag. Naungan dibuat dari paranet yang dibentuk menjadi sungkup. Turus diambil dari cabang yang berumur sedang, panjang turus 20 cm. Media tanam berupa campuran tanah, pasir dan kompos dengan perbandingan 3 : 1 : 1. Pupuk buatan yang diberikan berupa Urea, TSP dan KCl. Pemeliharaan tanaman berupa penyiraman dan pemetikan bunga yang muncul sebelum panen. Panen yang berupa pucuk cabang dilakukan tiga kali umur 8, 11 dan 14 minggu setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara perlakuan tingkat naungan dan jumlah turus. Pemakaian naungan meningkatkan tinggi tanaman, berat segar pucuk dan kadar kalium total. Peningkatan jumlah turus sampai 3 turus per lubang tanam menurunkan jumlah cabang yang dapat dipanen, berat segar pucuk dan berat kering simplisia per tanaman, sehingga hasil per polibag tidak meningkat dibandingkan hasil satu turus per lubang tanam. Meskipun demikian kadar kalium total meningkat pada penggunaan jumlah turus yang semakin banyak.
A study on The Effect of Shading Level and Cutting Number on Leaf Yield and Potassium Content of Java Tea (Orthosiphon aristatus Bl. Miq.) was intended to determine what level of shade and how many cuttings to be planted to maximize symplisium yield and potassium content. The study was set up in Sinduadi Village, District of Mlati, Sleman Regency. It was a pot experiment in split-plot with three replicates. Main plot was shading level : 25% and 50%, while sup-plot was cutting number to plant : 1, 2 and 3 cuttings per polybag. Each replicate consisted of nine polybags. Shade was produced by putting a plastic paranet dome cover. Cutting of 20 cm length were from medium old branches. Growing medium is mixture of soil, sand, and compost at 3 :1 : 1. Manufactured fertilizers used were urea, triple super phosphate, and KCl. Cultivation included watering and removal of flowers that appeared before harvest. Shoots were hervested three times : 8, 11 and 14 weeks after planting. The results indicated the absence of interaction between shading level and cutting number to plant. Shading led plants grow taller producing greater fresh shoot weight and total potassium yield. Planting up to three cuttings lowered harvested branch number, shoot fresh weight, and per plant symplisium dry weight resulting in no increase of yield on per polybag basis compared to that of single cutting planting. Total potassium content, however, did increase with greater number of cuttings to plants.
Kata Kunci : Daun Kumis Kucing,Kadar Kalium,Jumlah Turus, Java tea, shading level, cutting number, potassium content