Laporkan Masalah

Pengaturan Sistem Zipper Sebagai Upaya Meningkatkan Keterpilihan Perempuan Dalam Pemilu di Indonesia

Adinda Rabiki Mardiah, Dr. Mahaarum Kusuma Pertiwi, S.H., M.A., M.Phil

2025 | Tesis | S2 Ilmu Hukum

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem zipper di argentina sebagai upaya meningkatkan representasi perempuan dan untuk mengetahui formulasi pengaturan sistem zipper di indonesia setelah memahami dan mempelajari penerapan sistem zipper di argentina. Penelitian ini menggunakan metode peneltian gabungan antara penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan serta pendekatan studi komparatif serta penelitian hukum empiris. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui wawancara serta data sekunder yang diperoleh berdasarkan studi literatur atau studi pustaka. Hasil penelitian penulis mengungkapkan bahwasanya kenaikan keterwakilan perempuan di Argentina salah satunya dikarenakan selain hadirnya regulasi yang mengatur secara ketat terkait keterwakilan perempuan, Argentina juga memiliki sanksi yang tegas berupa pembubaran partai politik bagi partai yang tidak mengikuti ketentuan terkait sistem zipper berupa peletakan secara selang seling antara kandidat laki-laki dan perempuan. Di satu sisi, regulasi Indonesia belum mengatur secara tegas terkait keterwakilan perempuan. Hadirnya ketentuan terkait minimal keterwakilan perempuan sebesar 30% dianggap sebagai keperluan administrasi semata. Sistem semi-zipper dengan skema 1:3 sayangnya menjadikan perempuan diletakan di nomor urut yang tidak strategis sehingga, sistem semi zipper ini menaikkan angka pencalonan kandidat saja namun tidak dengan angka keterpilihan.



The purpose of this research is to understand how the zipper system is implemented in Argentina to enhance the representation of women, and to investigate the formulation of zipper system regulations in Indonesia after comprehending and studying the implementation of the zipper system in Argentina. This research employs a combined methodology of normative legal research with legislative approaches, comparative study approach, and empirical legal research. The data comprises primary data obtained through interviews and secondary data from literature studies. The author's research findings reveal that the increase in female representation in Argentina is partly due to strict regulations governing women's representation. Argentina also has stringent sanctions in the form of political party dissolution for parties that do not comply with the provisions regarding the zipper system, which requires alternating placement of male and female candidates. On the other hand, Indonesian regulations have not addressed women's representation. A minimum of 30?male representation is considered merely an administrative requirement. Unfortunately, the semi-zipper system with a 1:3 scheme places women in non-strategic positions in the list, thereby increasing the number of candidate nominations without enhancing their electability.



Kata Kunci : Argentina, Keterwakilan Perempuan, Partai Politik, Sistem Pemilu, Sistem Zipper / Keywords: Argentina, Election System, Political Party, Women’s representation, Zipper System

  1. S2-2025-525509-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525509-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525509-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525509-title.pdf