Perbandingan CA125 Dan HE4 Untuk Memprediksi Rekurensi Pada Pasien Kanker Ovarium: Systematic Review
Ratri Wulandari, Dr. dr. Addin Trirahmanto, Sp.O.G, Subsp. Onk; Prof. dr. R.Detty Siti Nurdiati, MPH, Ph.D, Sp.O.G, Subsp.K.Fm
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan
Latar belakang: Kanker ovarium merupakan salah satu keganasan ginekologi dengan angka rekurensi dan kematian yang tinggi. Adanya heterogenitas tumor dan resistensi terhadap kemoterapi menyebabkan kekambuhan kanker ovarium mencapai 60%. Biomarker yang saat ini digunakan untuk memantau kekambuhan kanker ovarium adalah CA125. Namun, tingginya rekurensi menunjukkan perlunya biomarker yang efisien untuk stratifikasi pasien, HE4 adalah salah satu kandidat prospektif. Systematic review ini bertujuan untuk membandingkan efek prognostik dari CA125 dan HE4 pada kanker ovarium
Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan literatur dengan desain systematic review berdasarkan panduan PRISMA. Pencarian literatur dalam Bahasa Inggris yang menganalisis hubungan antara kadar serum CA125 dan HE4 terhadap progression-free survival (PFS) kanker ovarium dilakukan melalui basis data PubMed, Ebscohost, ScienceDirect, Scopus dan Cochrane library. Kualitas dari artikel yang terseleksi dinilai menggunakan QUAPAS.
Hasil: Dari 2102 artikel, terdapat 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu studi mengenai analisis level CA125 dan HE4 sebagai faktor prognosis terhadap PFS yang dinilai dengan hazard ratio. Peningkatan level CA125 berkaitan dengan PFS yang lebih pendek dengan HR 1.83, 95% CI 1.01 – 3.3, p = 0.04, begitu pula dengan pasien dengan kadar HE4 yang tinggi mempunyai PFS yang lebih buruk (HR 3.14, 95% CI 1.73-5.68, p = 0.0002).
Kesimpulan: Kadar HE4 yang tinggi secara umum dikaitkan dengan PFS yang buruk, dengan hazard ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan CA125.
Background: Ovarian cancer is one of the gynecological malignancies with high recurrence and mortality rates. The presence of tumor heterogeneity and resistance to chemotherapy leads to ovarian cancer recurrence rates reaching 60%. The biomarker currently used to monitor ovarian cancer is CA125. However, the high recurrence rate indicates the need for efficient biomarkers for patient stratification, and HE4 is one of the prospective candidates. This study aims to compare the prognostic effects of CA125 and HE4 on ovarian cancer.
Methods: This study is a systematic review based on PRISMA guidelines. Literature searching was performed for articles published in English which analysed the relationship between serum levels of CA125 and HE4 with progression-free survival (PFS) in ovarian cancer. The database used were PubMed, Ebscohost, ScienceDirect, Scopus, and Cochrane Library. The quality of the selected articles was assessed using QUAPAS.
Results: Out of 2102 articles, nine met the inclusion criteria, and five of them were included for meta-analyisis. Increased levels of CA125 were associated with shorter PFS with HR 1.83, 95% CI 1.01 – 3.3, p = 0.04. The same result was found for HE4, in which increased levels were associated with worse PFS (HR 3.14, 95% CI 1.73-5.68, p = 0.0002).
Conclusion: High levels of HE4 are generally associated with poor PFS, with a higher hazard ratio compared to CA125.
Kata Kunci : CA125, HE4, Kanker ovarium, PFS