Laporkan Masalah

Analisis alih fungsi lahan pertanian dan pengaruhnya terhadap produksi padi, jagung dan kedelai di Propinsi DIY

SUHERMAN, R.D. Maman, Dr.Ir. Slamet Hartono, MSc

2004 | Tesis | S2 Agronomi

Penilitian ini dilaksanakan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang meliputi Kulonprogo, Bantul, Sleman, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan mengetahui pertumbuhan dan tingkat alih fungsi lahan pertanian; jumlah penduduk , kepadatan penduduk terhadap perubahan luas lahan pertanian; serta dampak luas panen, produktivitas dan lahan berubah fungsi terhadap produksi hasil pertanian (padi sawah, jagung dan kedelai) di Propinsi DIY. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa data runtun waktu (time series) selama 20 tahun (1983 – 2002), yang diambil dari beberapa instansi yaitu Kantor Statistik Propinsi DIY, Dinas Pertanian Propinsi DIY, Kanwil Badan Pertanahan Nasional Propinsi DIY. Model analisis yang digunakan adalah analisis pertumbuhan dan analisis ekonometri Ordinary Least Square (OLS) dengan model regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Luas lahan sawah cenderung menurun dan dalam kurun waktu 20 tahun terjadi penyusutan luas lahan sawah sebesar 4.896 hektar dengan tingkat pertumbuhan rata-rata - 0,39 % per tahun. Sedangkan luas lahan tegal cenderung mengalami kanaikan sebesar 9.536 hektar, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sebesar 0,91 % per tahun. (2) Pertumbuhan luas panen padi sawah turun 0,08 %, produktivitas naik 0,65 % sehingga produksi padi naik 0,06 % per tahun.(3) Pertumbuhan luas panen jagung naik 31,11 %, produktivitas naik 11,47 % sehingga produksi jagung naik 39,52 % per tahun (4). Pertumbuhan luas panen kedelai naik 9,24 %, produktivitas naik 5,67 % sehingga produksi naik 15,91 % per tahun. (5) Pertumbuhan jumlah penduduk naik 0,86 % dan kepadatan penduduk naik 0,72 % per tahun. Jumlah penduduk berpengaruh terhadap penurunan luas lahan sawah di Bantul dan Gunungkidul sedangkan kepadatan penduduk berpengaruh terhadap penurunan luas lahan tegal di Kulonprogo. (6) Pada tahun 2007 diperkirakan lahan sawah di Propinsi DIY tinggal 56.927 hektar dengan produksi beras 351.380 ton, sehingga tidak akan mampu lagi untuk mencukupi kebutuhan beras bagi penduduk sejumlah 3.520.093 jiwa pada tahun 2007.

The aim of the research was to know the correlation of agricultural land conversion, population growth rate, population density, productivity, and agricultural yield production (rice paddy, maize and soybean) in the regions. The research was conducted in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) province covering Kulonprogo, Bantul, Sleman, Gunungkidul and Kota Yogyakarta regency. The Analysis was using secondary data in 20 year series (1983 – 2002), taken from Statistical Office of DIY province, Department of Agriculture of DIY Province, and Soil Bureau of DIY province. Growth analysis and econometrical analyses of Ordinary Least Square (OLS) with double linear regression model was chosen. The result shows that: (1) the Acreage of rice field was decrease by 4.896 ha in 20 years at the average rate of -0,39% per year. In the other hand the space of tegal land (dry land) tend to increase by 9.536 ha, with the average of growth rate was 0,91% per year. (2) the population has a significant effect on the decrease of rice field acreage in Bantul and Gunungkidul regency; but the population density has a significant effect on the increasing of rice fied acreage in Gunungkidul regency; the population density has a significant effect on the decreasing of dry land acreage in Kulonprogo regency. (3) Maize harvest acreage, maize productivity dan rising of dry land areage have a significant effect on the increasing of maize production in Kulonprogo regency; harvest acreage and productivity of soybean have a significat effect on the increasing of soybean production in Sleman Regency; harvest acreage has a significant effect on the increasing of soybean production in Kulonprogo Regency; The increasing of dry land acreage has a significant effect on the increasing of soybean production in Sleman Regency and Kota Yogyakarta; The harves acreage and productivity of rice have a significant effect on the increasing of rice production in all regency mentioned above.

Kata Kunci : Lahan Pertanian,Alih Fungsi,Produksi Jagung Padi dan Kedelai, agricultural land acreage, agricultural land conversion, population growth rate, agricultural yield production


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.