Laporkan Masalah

Kajian pola keruangan pemasaran bawang merah di kecamatan Kretek kabupaten Bantul

Frans Sirait Murdiman, Drs. Soekadri, M.S.; Lutfi Muta'ali, S.Si., M.T.

2006 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Kegiatan pemasaran dalam fungsi agribisnis merupakan suatu kegiatan yang cukup penting karena menyangkut keberhasilan bagi petani dalam memasarkan hasil pertaniannya ke konsumen. Seringkali yang menjadi masalah bagi petani adalah keterbatasan ruang atau wilayah pemasaran serta terjadi pola pemasaran yang panjang dari tangan petani ke konsumen. Oleh sebab itu, penelitian ini akan mengkaji permasalahan pola pemasaran produk pertanian yaitu bawang merah di Kecamatan Kretek antara lain mengetahui karakteristik petani bawang merah, variasi pola pemasaran, variasi keuntungan pemasaran, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pola pemasaran bawang merah sehingga nantinya didapatkan masukan terhadap kebijakan pengembangan wilayah perdesaan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan sampel petani yang diambil secara proportionate random sampling. Data yang diperlukan dalam penelitian ini didapatkan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner dan indepth intervew. Sampel yang diambil sebanyak 60 responden dengan pembagian lokasi 30 responden dari Desa Tirtomulyo dan 30 responden dari Desa Tirtohargo Kecamatan Kretek. Berdasarkan hasil penelitian, wilayah pemasaran seluruh responden petani di Kecamatan Kretek terbatas hanya sampai di wilayah lokal. Mayoritas petani cenderung menggunakan pola panjang atau melewati pedagang dalam memasarkan produk bawang merahnya. Hal tersebut terjadi karena peranan pedagang sangat tinggi dalam proses pemasaran terutama pada faktor kemudahan proses penjualan, proses pembayaran langsung atau tunai, dan harga yang kompetitif dari pedagang. Belum optimalnya peran KUD sebagai lembaga formal yang berfungsi membantu petani serta minimnya informasi pasar membuat peran pedagang sangat dominan dalam proses penyaluran produk bawang merah. Pedagang sebagai penyalur produk hawang merah dari tangan petani mampu memasarkan sampai ke berbagai wilayah, yaitu untuk wilayah lokal di Kabupaten Bantul, wilayah regional di Kota Yogyakarta, dan wilayah nasional meliputi Muntilan, Magelang, Kroya, Semarang. Kebumen, Ajibarang, Solo, Temanggung, Jakarta, dan Surabaya. Besarnya peran pedagang menyebabkan proporsi keuntungan terbesar secara berurutan ada pada pedagang besar, petani, pedagang pengumpul, dan terakhir pedagang bebas. Oleh sebab itu peran pemerintah dan lembaga pemasaran di desa sangat diperlukan terutama untuk pengembangan strategi pemasaran secara kolektif dan terpadu.

-

Kata Kunci : Pemasaran bawang,Pola Keruangan,Kretek,Bantul,DIY

  1. S1-2006-150534-Frans_Sirait_M-abstract.pdf  
  2. S1-2006-150534-Frans_Sirait_M-bibliography.pdf  
  3. S1-2006-150534-Frans_Sirait_M-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2006-150534-Frans_Sirait_M-title.pdf