Laporkan Masalah

Investigating the Adverse Relationship Between Perceived Micromanagement and Member Innovative Behavior in Youth-Led Organizations

Nadya Karissa Setya Putri, Dr. Ridwan Saptoto, S.Psi., M.A., Psikolog

2025 | Skripsi | PSIKOLOGI

Studi ini menyelidiki hubungan negatif antara persepsi mikromanajemen dan perilaku inovatif anggota dalam organisasi yang dipimpin oleh pemuda. Mikromanajemen, yang dicirikan oleh kontrol yang berlebihan, dapat membatasi otonomi, kepercayaan, dan kreativitas, yang semuanya merupakan elemen kunci yang mendorong perilaku inovatif. Meski literatur yang ada telah meneliti mikromanajemen dalam lingkungan perusahaan konvensional, implikasinya pada organisasi yang dipimpin oleh pemuda masih kurang dieksplorasi. Metode survei kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui kuesioner daring dari sejumlah individu dalam organisasi yang dipimpin oleh pemuda, yang berorientasi pada misi di berbagai sektor. Berdasarkan 127 tanggapan survei, korelasi lemah (R = 0,119) ditemukan diantara kedua variabel, dan model regresi terbukti tidak signifikan secara statistik F(1, 125) = 1,80, p = 0,182, yang hanya menjelaskan 1,42% varians (R² = 0,0142). Koefisien tak terstandar untuk persepsi mikromanajemen (? = –0,0120, p = 0,182) negatif dan tidak signifikan, yang mendukung hipotesis nol bahwa persepsi mikromanajemen tidak memprediksi perilaku inovatif anggota dalam sampel ini. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana perilaku inovatif dalam organisasi yang dipimpin oleh pemuda berbeda dengan tempat kerja tradisional, yang menyoroti kompleksitas faktor yang membentuk perilaku inovatif.

This study investigates the negative relationship between perceived micromanagement and member innovative behavior in youth-led organizations. Micromanagement, primarily characterized by excessive control of subordinates, can restrict autonomy, trust, and creativity, all of which are key elements that drive innovative behavior. While existing literature has examined the effects of micromanagement in conventional corporate settings, its implications on youth-led organizations remains underexplored. A quantitative survey method was employed to collect data via an online questionnaire from individuals in mission-driven youth-led organizations across various sectors. Based on 127 survey responses, a weak correlation (R = 0.119) was found between the two variables, and the regression model was revealed to be statistically insignificant F(1, 125) = 1.80, p = 0.182, explaining only 1.42% of the variance (R² = 0.0142). The unstandardized coefficient for perceived micromanagement (? = –0.0120, p = 0.182) was negative and non-significant, supporting the null hypothesis that perceived micromanagement does not meaningfully predict member innovative behavior. These findings provide a deeper understanding of how innovative behavior in youth-led organizations contrasts with traditional workplaces, highlighting the complexities of factors shaping innovative behavior.

Kata Kunci : Perilaku inovatif anggota, mikromanajemen, organisasi yang dipimpin oleh pemuda

  1. S1-2025-475024-abstract.pdf  
  2. S1-2025-475024-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-475024-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-475024-title.pdf