Laporkan Masalah

Relevansi industri dan pertanian terhadap perkembangan wilayah kab. Ponorogo tahun 2002

Fita Vilosa, Drs. Agus Sutanto, M.Sc.

2004 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Penelitian yang berjudul "Relevansi Industri dan Pertanian Terhadap Perkembangan Wilayah Kabupaten Ponorogo Tahun 2002" ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang nampak sekarang yaitu sektor industri mulai menggantikan sektor pertanian. Kejenuhan dan keengganan generasi muda untuk bekerja di sektor pertanian mulai terlihat. Sektor industri dipandang sebagai salah satu sektor yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang diakibatkan oleh kejenuhan di sektor pertanian ini. Dalam hal ini relevansi antara industri dan pertanian dikaitkan dengan tingkat perkembangan wilayah Kabupaten Ponorogo pada tahun 2002. Penelitian ini menggunakan data sekunder PODES se-Kabupaten Ponorogo tahun 2002 sebagai sumber data utama. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yang pertama untuk mengetahui tingkat perkembangan wilayah dan yang kedua variabel untuk mengetahui potensi industri dan pertanian. Tingkat perkembangan wilayah menggunakan 12 variabel yaitu Kepadatan Penduduk, % Petani, % Pemilik Telepon, Kondisi Jalan, % Rumah dengan Listrik, % Rumah Permanen, % Penduduk miskin, % Luas Sawah, % Pemilik TV, % Tingkat Pendidikan, % Penganggur dan Jumlah Unit Industri. Variabel-variabel tersebut kemudian diolah dengan program SPSS 11 menggunakan analisa faktor, ANOVA dan regresi, program Excel menggunakan penskalaan, LQ dan tipologi komoditas unggulan kemudian program Arc View untuk analisa peta dan yang terakhir dengan matrik hubungan. Faktor utama yang menyusun tingkat perkembangan wilayah Kabupaten Ponorogo ada dua macam yaitu Faktor Wilayah Berorientasi Non Pertanian dan Faktor Kemampuan Ekonomi Penduduk. Kabupaten Ponorogo banyak didominasi oleh tingkat perkembangan wilayah sedang yang mencapai 55,45% dari keseluruhan desa. Kabupaten Ponorogo yang terdiri dari wilayah bertopografi datar dan berbukit ternyata dengan analisa ANOVA tidak menunjukkan perbedaan perkembangan wilayah yang jelas antara dua macam topografi tersebut, selanjutnya hasil dari analisa regresi juga menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara industri dan pertanian dengan tingkat perkembangan wilayah Kabupaten Ponorogo tahun 2002. Kemudian digunakan cara matrik hubungan untuk melihat keterkaitan antara ketiganya. Dari matrik hubungan tersebut didapatkan prioritas pengembangan wilayah Kabupaten Ponorogo.

-

Kata Kunci : Perkembangan wilayah,Industri,Ponorogo,Jawa Timur

  1. S1-2004-140453-Fita_Vilosa-bibliography.pdf  
  2. S1-2004-140453-Fita_Vilosa-tableofcontent.pdf  
  3. S1-2004-140453-Fita_Vilosa-tableofcontent1.pdf  
  4. S1-2004-140453-Fita_Vilosa-title.pdf