REPRESENTASI INKLUSIVITAS GENDER DALAM PERIKLANAN PRODUK KECANTIKAN (Analisis Semiotika Iklan Somethinc untuk Calm Down! Series di Instagram)
Jason Tambayong, Syafrizal, S.I.P., M.A
2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Dalam dinamika industri
kecantikan yang semakin kompetitif, isu inklusivitas gender menjadi sorotan
penting yang turut membentuk strategi komunikasi jenama. Somethinc, sebagai
jenama lokal yang berkembang pesat, menghadirkan kampanye Calm Down! Series yang
memposisikan inklusivitas sebagai nilai utama dalam komunikasi pemasarannya.
Namun demikian, kajian akademik yang menelaah bagaimana representasi
inklusivitas gender dikonstruksi dalam iklan digital, terutama melalui
pendekatan semiotika pemasaran, masih sangat terbatas. Oleh karena itu,
penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi cara Somethinc membangun makna
inklusif melalui analisis terhadap elemen visual dan naratif dalam kampanye
tersebut, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode semiotika
pemasaran dari Laura Oswald. Hasil analisis menunjukkan bahwa Somethinc tidak
hanya menampilkan inklusivitas secara simbolis, tetapi juga menyusun
representasi tandingan terhadap norma gender arus utama melalui strategi
komunikasi yang bersifat holistik, empatis, edukatif, dan ekspansif.
Representasi ini memperlihatkan bahwa inklusivitas bukan sekadar komodifikasi
isu sosial, melainkan menjadi bagian dari sistem nilai jenama yang dirancang
untuk memperluas cakupan audiens sekaligus membentuk wacana sosial yang lebih
setara. Dengan demikian, iklan digital terbukti dapat berfungsi sebagai ruang
strategis untuk transformasi makna dalam industri kecantikan kontemporer.
Kata kunci: Inklusivitas gender, iklan digital, semiotika
pemasaran, representasi tandingan, produk kecantikan.
Abstract
<!--[if !supportLineBreakNewLine]-->
<!--[endif]-->
In the increasingly
competitive beauty industry, gender inclusivity has emerged as a significant
discourse shaping brand communication strategies. Somethinc, a rapidly growing
local brand, launched the Calm Down! Series campaign that centers inclusivity
as a core value of its marketing narrative. However, academic studies analyzing
how inclusive gender representation is constructed in digital
advertising—particularly through a marketing semiotics lens—remain limited. This
research seeks to address that gap by examining the visual and narrative
elements in the campaign through a qualitative approach using Laura Oswald’s
marketing semiotics framework. The findings reveal that Somethinc goes beyond
symbolic gestures, constructing counter-representations to mainstream gender
norms through communication strategies that are holistic, empathetic,
educational, and expansive. These representations demonstrate that inclusivity
is not merely commodified but embedded within the brand’s value system,
designed to both broaden audience reach and contribute to a more equitable
social discourse. As such, digital advertising serves not only as a promotional
tool but also as a strategic space for meaning-making and cultural
transformation within the contemporary beauty industry.
Keywords: Gender inclusivity, digital advertising, marketing
semiotics, counter-representation, beauty product.
Kata Kunci : Inklusivitas gender, iklan digital, semiotika pemasaran, representasi tandingan, produk kecantikan.