DINAMIKA PENGORGANISASIAN MASYARAKAT PADA FORUM RELAWAN IRIGASI DI SUB-DAERAH ALIRAN SUNGAI PUSUR, KLATEN
Bidiyah Siska Fiyana, Prof. Dr.-Phil. Janianton Damanik, M.Si.
2025 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN
Sumber daya air berperan penting dalam mendukung pertanian, terutama melalui sistem irigasi yang memastikan distribusi air yang berkelanjutan. Namun, pengelolaan irigasi di Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks, seperti rendahnya partisipasi masyarakat, infrastruktur yang kurang terawat, serta konflik dalam distribusi air. Untuk mengatasi hal ini, masyarakat membentuk Forum Relawan Irigasi (FRI) sebagai wadah pengorganisasian komunitas dalam mengelola sistem irigasi secara mandiri. Forum ini berperan dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat, memperkuat solidaritas sosial, serta menciptakan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan sumber daya air. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap aktivitas FRI dalam mengelola irigasi, wawancara mendalam dengan anggota forum, petani, dan pemangku kepentingan lainnya, dan analisis dokumen yang berkaitan dengan kebijakan serta laporan kegiatan FRI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengorganisasian masyarakat melalui FRI memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan sistem irigasi. Pertama, partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap pengelolaan, mulai dari identifikasi masalah hingga pelaksanaan perbaikan, meningkatkan kesadaran dan rasa kepemilikan terhadap sumber daya air. Kedua, keberhasilan FRI dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti semangat kerelawanan, keterlibatan multi-pihak, pemanfaatan teknologi komunikasi, tradisi gotong royong, solidaritas antar-anggota, serta kesadaran gender dalam pengambilan keputusan. Ketiga, dinamika kelompok dalam FRI mencerminkan dua aspek utama, yaitu dinamika internal yang melibatkan kepemimpinan dan tingkat keaktifan anggota serta dinamika eksternal yang mencakup konflik antar-pengelola irigasi akibat perbedaan kepentingan dan perubahan ketersediaan air. Dengan demikian, Forum Relawan Irigasi dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem irigasi di Indonesia.
Water resources play an important role in supporting agriculture, especially through irrigation systems that ensure sustainable water distribution. However, irrigation management in Indonesia faces complex challenges, such as low community participation, poorly maintained infrastructure, and conflicts in water distribution. To overcome this, the community formed the Irrigation Volunteer Forum (FRI) as a forum for organizing communities to manage irrigation systems independently. This forum plays a role in increasing community involvement, strengthening social solidarity, and creating collaboration with various stakeholders in water resource management. This study uses a qualitative method with a case study approach conducted in Juwiring District, Klaten Regency. Data were collected through direct observation of FRI activities in managing irrigation, in-depth interviews with forum members, farmers, and other stakeholders, and analysis of documents related to FRI policies and activity reports. The results of the study show that community organizing through FRI has a positive impact on the sustainability of the irrigation system. First, active community participation in every stage of management, from identifying problems to implementing improvements, increases awareness and a sense of ownership of water resources. Second, the success of FRI is influenced by various factors, such as volunteerism, multi-party involvement, utilization of communication technology, mutual cooperation tradition, solidarity between members, and gender awareness in decision-making. Third, group dynamics in FRI reflect two main aspects, namely internal dynamics involving leadership and the level of member activity and external dynamics that include conflicts between irrigation managers due to differences in interests and changes in water availability. Thus, the Irrigation Volunteer Forum can be an effective model of community empowerment in improving the efficiency and sustainability of irrigation systems in Indonesia.
Kata Kunci : Pengorganisasian Masyarakat, Forum Relawan Irigasi, Dinamika Kelompok