Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi migrasi rumah tangga :: Eksplorasi data Sakerti 1997-2000

SUMANTRI, Cecep Sukria, Drs. Tukiran, MA

2004 | Tesis | S2 Kependudukan

Tujuan penelitian ini : pertama, mengetahui karakteristik rumah tangga menurut status migrasi rumah tangga; kedua, mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi kemungkinan terjadinya rumah tangga migran atau rumah tangga non-migran; dan ketiga, mengetahui karakteristik rumah tangga migran menurut arah perpindahan rumah tangga migran. Penelitian ini menggunakan data Survai Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia tahun 1997 dan 2000 dengan sampel 7251 rumah tangga panel. Riwayat migrasi yang diteliti yaitu migrasi yang terjadi antara tahun 1997 sampai tahun 2000. Metode analisis untuk mengetahui karakterisik rumah tangga dengan uji independensi dengan chi square dan uji analysis of variance, sedangkan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kemungkinan terjadinya rumah tangga migran atau rumah tangga non-migran dengan uji regresi logistik. Ditemukan hasil bahwa pertama, secara statistik terdapat perbedaan yang nyata rumah tangga non-migran, rumah tangga migran sebagian dan rumah tangga migran seluruhnya berdasarkan karakteristik rumah tangga. Rumah tangga migran seluruhnya antara lain dicirikan dengan tingkat pendidikan, tipe rumah tangga inti, dan pendapatan rumah tangga yang lebih tinggi, akan tetapi lebih rendah dalam hal umur kepala rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, kepemilikan rumah, keterlibatan di pertanian dan kepemilikan usaha tani, dan penerimaan remitan. Kedua, karakteristik demografi, sosial dan ekonomi; proses migrasi; dan perbedaan wilayah berpengaruh secara signifikan terhadap migrasi rumah tangga. Umur kepala rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, pendidikan anggota rumah tangga, anggota rumah tangga bekerja di pertanian, kepemilikan rumah, penerimaan remitan dan status tempat tinggal Jawa-luar Jawa secara simultan dapat digunakan untuk memprediksi kemungkinan terjadinya rumah tangga migran. Ketiga, terdapat perbedaan yang nyata arah perpindahan rumah tangga migran (desa ke desa, desa ke kota, kota ke desa, dan kota ke kota) menurut karakteristik demografi, sosial dan ekonomi; dan perbedaan wilayah. Tidak terdapat perbedaan yang nyata arah perpindahan rumah tangga migran menurut proses migrasi. Tingkat pendidikan rumah tangga migran yang pindah ke kota lebih tinggi dibandingkan dengan yang pindah ke perdesaan. Pendapatan rumah tangga migran dari perkotaan lebih besar dibandingkan dengan dari perdesaan. Selanjutnya kepemilikan rumah, kepemilikan usaha tani dan keterlibatan di pertanian rumah tangga migran dari perkotaan lebih kecil dibandingkan rumah tangga migran dari perdesaan.

Study on migration with individual as unit of analysis has been oftenly conducted, on the contrary there is only less or limited number of migration study using household as unit of analysis. The purpose of this research : first, to know about household characteristics; second, to know about factors affecting on the possibility of migrant or non-migrant household; and third, to know about characteristics of migrant household based on their migration direction. This research used longitudinal data from Indonesia Family Life Survey/IFLS 1997 and 2000, where 7251 household panels as samples. Independency test with Chi Square and analysis of variance is used as method of analysis to find out household characteristics; while the logistics regression test is used to find out influence on the possibility of migrant or non-migrant household. It is found that : first, statistically there is significance difference between non-migrant household, partly-migrant household (some family members migrating), and complete-migrant household (entire families migrating) based on household characteristics. Complete-migrant household is characterized to have higher level of education, type of nucleus household, household’s income. However, they are low in term of age of household head, number of householder, house ownership, involvement and ownership in farm business, and remittance. Second, demographic, social, and economics; migration process; and regions differences significantly influence household migration. Factors such as age of household’s head, number of householder, education of householder, householder who works in the farm business, house ownership, remittance, and Java Non-Java status of living place, can be used simultaneously to predict the possibility of migrant household or non-migrant household. Third, there is significant difference in the migration direction of migrant household (from rural to rural, rural to urban, urban to rural, an urban to urban) based on demographic, social, and economics characteristics and region differences. However, there is no significant difference in migration direction based on migration process. Migrant household who migrate to urban have higher level of education compared to those who migrate to rural area. Urban-migrant household have higher income compared to rural-migrant household. However, urban-migrant household have lower level of house ownership, and ownership and involvement in farm business compared to rural-migrant household.

Kata Kunci : Migrasi Penduduk,Data Sakerti 1997,2000, migration, household, IFLS (Indonesia Family Life Survey)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.