Strategi Penghidupan Berkelanjutan Nelayan Skala Kecil di Pesisir Pantai Utara Jawa Tengah
Ibnu Maulana, Prof. Suadi, S.Pi, M.Agr.Sc, Ph.D; Dr.Ir.Eko Setyobudi, S.Pi, M.Si
2025 | Tesis | S2 ILMU PERIKANAN
Nelayan kecil di pesisir pantai utara Jawa Tengah adalah
komunitas nelayan dengan jumlah terbesar di Indonesia. Namun dengan tingkat
pertumbuhan penduduk yang tinggi, kebutuhan pangan yang meningkat pesat, alih
guna lahan pesisir, perubahan iklim dan kompleksitas masalah pesisir yang besar,
mempengaruhi variabilitas musim penangkapan ikan sehingga mengancam
keberlanjutan sistem penghidupan nelayan di pesisir pantai utara Jawa Tengah. Data
dari tahun 2020 menunjukkan jumlah nelayan skala kecil dan rumah tangga nelayan
skala kecil di pesisir pantai utara Jawa tengah terus mengalami penurunan jumlah,
di sisi lain peningkatan permintaan pangan semakin tinggi dan harapan
mempertahankan penghidupan di pesisir semakin besar. Penelitian ini bertujuan
memahami kerentanan penghidupan yang dihadapi nelayan di pesisir pantai utara Jawa
Tengah dengan mengetahui jenis paparan, nilai livelihood vulnerabilitas
index (LVI) dan strategi adaptasi yang dilakukan oleh komunitas nelayan skala kecil di pesisir
pantai utara Jawa Tengah. Berdasarkan kuesioner dan wawancara dengan 120
nelayan skala kecil dari 4 komunitas nelayan yang berlokasi di Muarareja,
Suradadi, Pulolampes, dan Larangan sebagai desa nelayan di pesisir pantai utara
Jawa Tengah, didapatkan data bahwa nelayan di pesisir pantai utara Jawa Tengah
mengalami kerentanan penghidupan dengan jenis paparan terbesar yang dihadapi
oleh nelayan adalah variabilitas musim penangkapan ikan, degradasi wilayah
pesisir, pendangkalan muara, rekomendasi BBM subsidi, tingkat pendidikan, dan
keterikatan hutang dengan bakul. Nilai LVI yang diperoleh menunjukkan semua
wilayah pesisir pantai utara Jawa Tengah berada pada kondisi rentan dengan wilayah
Muarareja adalah 0,01, Suradadi 0,22, Pulolampes 0,23 dan Larangan 0,16. Nelayan
pesisir pantai utara Jawa Tengah melakukan strategi adaptasi dengan meningkatkan
durasi operasi penangkapan ikan, perluasan daerah penangkapan ikan, melakukan
diversifikasi alat tangkap, diversifikasi pekerjaan dan melakukan migrasi
pelabuhan pangkalan kapal, migrasi dengan bekerja di kapal lain di luar
wilayahnya maupun menjadi pekerja migran di luar negeri sebagai upaya
mempertahankan penghidupannya.
Small-scale fishers
in the northern coast of Central Java are the largest fishing community in
Indonesia. However, with high population growth rates, rapidly increasing food
needs, coastal land use changes, and climate change and the complexity of
coastal problems greatly affects the variability of fishing seasons, thus
threatening the sustainability of the livelihood system of fishermen on the
northern coast of Central Java. Since 2020, the number of small-scale fishers
and small-scale fishing households on the north coast of Central Java has
continued to decline. On the other hand, the increase in demand for food is
getting higher, and the hope of maintaining livelihoods on the coast is getting
bigger. This study aims to understand the vulnerability of livelihoods faced by
fishers on the northern coast of Central Java by knowing the types of exposure,
livelihood vulnerability index (LVI) values ??, and adaptation strategies
carried out by small-scale fishing communities on the northern coast of Central
Java. Based on questionnaires and interviews with 120 small-scale fishers from
4 fishing communities located in Muarareja, Suradadi, Pulolampes, and Larangan
as fishing villages on the north coast of Central Java, data was obtained that
fishermen on the north coast of Central Java experience livelihood
vulnerability with the largest types of exposure faced by fishermen being the
variability of fishing seasons, coastal area degradation, shallowing,
subsidized fuel recommendations, education level, and debt bondage to traders. The LVI
value obtained shows that all coastal areas of the north coast of Java are in a
vulnerable condition, with the Muarareja area being 0.01, Suradadi 0.22,
Pulolampes 0.23, and Larangan 0.16. Fishers in the north coast of Java carry
out adaptation strategies by increasing the duration of fishing operations,
expanding fishing areas, diversifying fishing gear, and migrating ship base
ports, migrating by working on other ships outside their region or becoming
migrant workers abroad as an effort to maintain their livelihoods.
Kata Kunci : ketahanan pangan, kerentanan, livelihood vulnerability index, exposure, nelayan skala kecil, strategi penghidupan