Laporkan Masalah

EVALUASI TERAPI PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK EKSASERBASI AKUT DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA

Yunita Dian Kusuma Wardani, Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati

2025 | Skripsi | FARMASI

    PPOK adalah kondisi paru yang heterogen ditandai oleh gejala pernapasan kronis yang persisten dan seringkali progresif. Eksaserbasi akut PPOK berarti timbulnya perburukan kondisi yang mengakibatkan perubahan terapi. Terapi utama yang digunakan pasien PPOK adalah bronkodilator. Pada pasien PPOK eksaserbasi dapat diberikan terapi tambahan kortikosteroid, antibiotik, dan/atau mukolitik.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran terapi dan luaran klinik pasien PPOK eksaserbasi akut di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan melihat sumber data sekunder yaitu catatan rekam medik pasien PPOK eksaserbasi akut di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta periode bulan Januari-Desember 2024. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat gambaran terapi dan luaran klinik pasien PPOK eksaserbasi akut.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 73 subjek terdiri dari 55 pasien rawat inap (75,34%) dan 18 pasien rawat jalan (24,66%). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terapi utama PPOK yang paling banyak diberikan kepada pasien rawat jalan adalah salbutamol inhalasi (38,89%) dan metilprednisolon oral (38,89%) sedangkan pada pasien rawat inap adalah salbutamol inhalasi (92,73%), ipratropium bromide inhalasi (74,55%), dan budesonide inhalasi (65,45%). Sementara itu, terapi PPOK stabil yang paling banyak diberikan kepada pasien adalah tiotropium bromide inhalasi (58,97%) dan metilprednisolon oral (25,64%). Sebagian besar pasien memiliki luaran klinik membaik (pulang diizinkan) yaitu sebesar 78,08?n 21,92% lainnya dinyatakan meninggal dunia.

    COPD is a heterogeneous pulmonary condition characterized by persistent and often progressive chronic respiratory symptoms. Acute exacerbation of COPD means the onset of worsening of the condition resulting in a change of therapy. The main therapy used in COPD patients is bronchodilators. In patients with COPD exacerbation, additional therapy can be given corticosteroids, antibiotics, and/or mucolytics. This study aims to determine the description of therapy and clinical outcomes of patients with acute exacerbation of COPD at Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta.

    This study is an observational descriptive study. Data collection was carried out retrospectively by looking at secondary data sources, namely medical records of patients with acute exacerbation of COPD at Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta for the period January-December 2024. Sampling using the total sampling method. Data were analyzed descriptively to see the description of therapy and clinical outcomes of patients with acute exacerbation of COPD.

    The results showed that the 73 subjects consisted of 55 inpatients (75.34%) and 18 outpatients (24.66%). This study can be concluded that the most common therapy given to outpatients is salbutamol inhalation (38,89%) and oral methylprednisolon (38,89%) while inpatients are salbutamol inhalation (92.73%), ipratropium bromide inhalation (74.55%), and budesonide inhalation (65.45%). Meanwhile, the most common discharge medications given to patients were inhaled tiotropium bromide (58.97%) and oral methylprednisolon (25.64%). Most patients had an improved clinical outcome (discharge permitted), 78.08% and 21.92% were declared dead.

Kata Kunci : Gambaran terapi, luaran klinik, PPOK eksaserbasi akut.

  1. S1-2025-481463-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481463-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481463-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481463-title.pdf