Analisis Pengaruh Simultan Kebijakan Dividen, Kebijakan Utang dan Kepemilikan Asing: Dalam Perspektif Konflik Keagenan
Helen Revina, Prof. Dr. Tandelilin Eduardus, M.B.A.
2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Studi ini mencakup 690 emiten non-keuangan yang terdaftar dalam rentang
waktu 2013 hingga 2023 di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan 4.770
observasi. Penelitian menggunakan data
sekunder berbentuk panel data (pooled data) yang diperoleh dari Bloomberg,
Reuters dan laporan registrasi kepemilikan efek perusahaan yang tercatat di
Kustodian Sentral Efek Indoensia (KSEI).
Penelitian ini menggunakan Tobin’s Q sebagai parameter dependen untuk
mengukur konflik keagenan melalui kinerja perusahaan. Parameter independen
terdiri dari kepemilikan asing, kebijakan dividen yang diukur melalui Dividend Payout Ratio (DPR) dan
kebijakan utang yang diwakili oleh rasio leverage.
Studi ini juga melibatkan parameter eksogenus yang meliputi ukuran perusahaan,
pertumbuhan aset, keberadaan investor asing (Dummy_for),
profitabilitas (ROA), dan likuiditas (Current
ratio).
Untuk mengatasi potensi permasalahan heteroskedastisitas dan autokorelasi
dalam data panel, analisis dilakukan menggunakan pendekatan Feasible
Generalized Least Squares (FGLS). Metode Two-Stage Least Squares
(2SLS) digunakan dalam pengujian hubungan simultan antarvariabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dividen dan kepemilikan asing
berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, sementara kebijakan utang berdampak negatif.
Temuan juga mengindikasikan adanya hubungan substitusi antara kebijakan dividen
dan kebijakan utang, serta hubungan komplementer antara kepemilikan asing
dengan kedua kebijakan tersebut. Secara keseluruhan, hasil ini sejalan dengan
teori keagenan dan pecking order, serta memberikan gambaran mengenai
mekanisme pengambilan keputusan keuangan dalam menghadapi konflik kepentingan
antara pemilik dan manajemen perusahaan.
This research
explores the interdependent dynamics between dividend policy, and debt strategy,
and foreign ownership within the framework of agency conflict, where firm
performance serves as the proxy variable. All three are modelled as endogenous
components within the analytical structure. The study draws on a
dataset comprising 690 publicly listed non-financial firms on the Indonesia
Stock Exchange (IDX), covering 4,770 firm-year observations from 2013 to 2023.
Data were sourced from Bloomberg, Reuters, and securities ownership records
available through Indonesia’s Central Securities Depository (KSEI). Agency conflict is peroxided
by Tobin’s Q to represent firm value, while the primary explanatory variables
include the proportion of foreign shareholding, the Dividend Payout Ratio
(DPR), and the leverage ratio. Control variables encompass the presence of
foreign shareholders (Dummy_for), firm size, Return on assets (ROA), asset
growth, and liquidity (current ratio). To address potential
issues related to heteroscedasticity and serial correlation, the Feasible
Generalized Least Squares (FGLS) method is applied. Additionally, the Two-Stage
Least Squares (2SLS) technique is employed to capture the simultaneity. The empirical results
reveal that both dividend distribution and foreign ownership contribute
positively to firm performance, whereas leverage exerts a negative influence.
Simultaneous equation modelling suggests a complementary interaction among
foreign ownership, dividend policy, and debt usage. However, a substitutive
effect emerges between dividend payouts and debt levels, highlighting a
negative bidirectional relationship. These outcomes reinforce the predictions
of agency theory and the pecking order hypothesis, offering nuanced insights
into corporate financial decisions aimed at minimizing agency inefficiencies.
Kata Kunci : Kata kunci: Torbin’s Q, kepemilikan asing (foreign ownership), kebijakan dividen, kebijakan utang, Two-Stages Least Squares (2SLS), dan konfik keagenan.