Laporkan Masalah

Pemetaan Potensi Bahaya Gerakan Massa dengan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process), dan Karakteristik Tipe Gerakannya, Daerah Soreang, Pasirjambu, dan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Eros Yudhistira Sudiro, Dr. Agung Setianto, S.T., M.Si.; Dr. Wahyu Wilopo, S.T., M.Eng

2012 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGI

Peta potensi bahaya gerakan massa sangat dibutuhkan pada daerah penelitian, mengingat belum tersedianya peta tersebut. Peta potensi bahaya gerakan massa dapat dijadikan sebagai acuan dalam melakukan usaha pemanfaatan lahan yang juga memperhatikan keberadaan potensi bahaya. Sehingga usaha mitigasi dampak bahaya gerakan massa, yang dapat terjadi pada masa mendatang dapat dihindari, diantisipasi, dan diminimalisir potensi kerugiannya. Pemetaan gerakan massa di daerah Soreang, Pasirjambu, dan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilakukan dengan mengamati kondisi lapangan terhadap faktor-faktor dominan yang berpengaruh pada potensi bahaya gerakan massa di daerah penelitian. Metode AHP (Analytic Hierarchy Process) digunakan untuk melakukan pengontrolan terhadap tingkat konsistensi bobot nilai yang diberikan kepada faktor tersebut. Kemudian akan dihasilkan bobot nilai dari setiap faktor dengan nilai konsisten, yang akan digunakan sebagai bobot nilai dalam melakukan penyusunan peta potensi bahaya gerakan massa daerah penelitian. Berdasarkan hasil pemetaan gerakan massa di lapangan, teramati beberapa faktor dominan pengontrol terjadinya gerakan massa seperti besar kemiringan lereng, pengaruh kondisi geologi daerah penelitian, perkembangan tata guna lahan yang tidak baik, serta tipe endapan pada permukaan. Kemudian analisa dengan metode AHP dilakukan terhadap faktor tersebut, sehingga dihasilkan bobot nilai faktor yang konsisten terhadap tujuan utama, yaitu untuk menghasilkan peta zona paling berpotensi untuk dapat terjadi gerakan massa. Pada peta potensi bahaya gerakan massa, telah diperoleh 4 zona dengan tiap warna yang memiliki arti tingkat potensi gerakan massa yang dapat terjadi pada zona tersebut, mulai dari tingkat paling rendah (zona hijau), sedang (zona kuning), tinggi (zona oranye), hingga sangat tinggi (zona merah) potensinya untuk dapat terjadi gerakan massa pada zona tersebut. Sedangkan dua tipe gerakan massa utama yang terjadi adalah tipe gerakan massa dengan bidang rotasi tunggal dan gerakan massa dengan bidang rotasi ganda.

Mass movement potential hazard map is very needed at the research area, considering the map is not available. Mass movement potential hazard map is referable on land utilization which is give an attention with the hazard potential on that area. So that the mitigation process of mass movement hazard potential that can be happen on the future may be avoided, anticipated, and minimalized of the potential loss. Mass movement mapping in Soreang, Pasirjambu and Ciwidey, Bandung Regency, West Java, have been done by understanding the condition in the field about the dominant factors that influence in the cause of mass movement disaster. Analytic Hierarchy Process (AHP) method is used to make a control with scoring of weight value each factors. Then will be resulted the consistent weight value that can be used in the analysis when making a potential hazard map of mass movement in research area. Based on the result of mass movement mapping in the field, obtained some dominant factors that control the mass movement process such as the degree of slope, geological condition of research area, bad condition of land use development, and the soil type on the surface. Then AHP method analysis can be done to each factors, until obtained the consistent weight value of each factors to make the goal that is to determine the zone of research area which have the most potential to mass movement hazard. On mass movement potential hazard map, have been obtained four zone that have the meaning of mass movement hazard potential that can be happen on that zone, starts on low potential (green area)l, medium potential (yellow area), high potential (orange area), and very high (red area) potentially to mass movement hazard. Whereas the two type of mass movement that happens on research area are single rotational slide and multiple rotational slides.

Kata Kunci : potential hazard mapping, mass movement, AHP method (Analytic Hierarchy Process)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.