Laporkan Masalah

Pengaruh Intervensi Apoteker dengan Buku Edukasi dan Monitoring Mandiri Terhadap Pengetahuan dan Gula Darah Puasa Pasien Lansia Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kabupaten Sleman

Pratiwi Saputri, Dr. apt. Nanang Munif Yasin, M.Pharm; Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina, M.Kes

2025 | Tesis | S2 Mag.Farmasi Klinik

Pasien lanjut usia dengan diabetes melitus memiliki kontrol glikemik dan fungsi berfikir yang rendah sehingga memerlukan pengaturan pengobatan khusus yang diawali dengan upaya peningkatan pengetahuan yang dapat memperbaiki kontrol glikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengaruh intervensi apoteker dengan Buku Edukasi dan Monitoring Mandiri (BEMM) terhadap pengetahuan dan gula darah puasa pasien DM tipe 2. 
Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pretest-posttest with control group. Subjek penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2 berusia ? 60 tahun, dengan kelompok intervensi sebanyak 54 responden di Puskesmas Ngemplak I dan kelompok kontrol sebanyak 55 responden di Puskesmas Sleman. Penelitian ini dilakukan November 2024 hingga Maret 2025. Instrumen yang digunakan adalah BEMM yang telah tervalidasi dan Diabetes Knowledge Test (DKT) untuk mengukur pengetahuan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney U dan uji Wilcoxon.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah intervensi terdapat peningkatan pada tingkat pengetahuan untuk kelompok intervensi ?±SD 1,76±2,32 dengan nilai  p=0,000 (p<0 p=0,000>

Elderly patients with diabetes mellitus often exhibit poor glycemic control and impaired cognitive function, necessitating specialized treatment management initiated by efforts to improve knowledge, which may help enhance glycemic control. This study aims to evaluate the effectiveness of pharmacist intervention through the use of a Buku Edukasi dan Monitoring Mandiri (BEMM) on the knowledge and fasting blood glucose levels of patients with type 2 diabetes mellitus (T2DM).

This research employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group. The study subjects were T2DM patients aged ?60 years, consisting of 54 respondents in the intervention group at Ngemplak I Public Health Center and 55 respondents in the control group at Sleman Public Health Center. The study was conducted from November 2024 to March 2025. The instruments used included the validated BEMM and the Diabetes Knowledge Test (DKT) to assess knowledge. Data analysis was carried out using the Mann-Whitney U test and the Wilcoxon test.

The results showed that following the intervention, the intervention group experienced an increase in knowledge level (?±SD = 1.76±2.32) with a significance value of p=0.000 (p<0 xss=removed p=0.000>

Kata Kunci : Pelayanan Kefarmasian, Edukasi, Puskesmas, Kontrol Glikemik

  1. S2-2025-512784-abstract.pdf  
  2. S2-2025-512784-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-512784-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-512784-title.pdf