Laporkan Masalah

Kloning dan ekspresi gen penyandi protein mayor membran P22 (SAG2) takizoit Toxoplasma gondii isolat lokal

PRATIWI, Sylvia Utami Tunjung, Dr.drh. Wayan T. Artama

2004 | Tesis | S2 Bioteknologi

Toxoplasma gondii adalah parasit protozoa intraseluler yang menyebabkan penyakit infeksi Toxoplasmosis. Infeksi ini berbahaya bila diderita oleh penderita imunodefisiensi serta pada wanita hamil. Pada penderita imunodefisiensi, infeksi T. gondii dapat menyebabkan ensephalitis toxoplasmik dan pada wanita hamil yang mengalami infeksi primer dapat menyebabkan cacat pada janin serta abortus. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kloning dan ekspresi gen penyandi protein mayor membran P22 T. gondii isolat lokal. Total ribonucleic acid (RNA) dan mRNA diisolasi dari takizoit T. gondii yang diperbanyak secara in vivo pada mencit galur Balb/C. Messenger RNA diisolasi dari RNA total dengan menggunakan PolyATract®mRNA Isolation System (Promega) dan cDNA disintesis dengan menggunakan Riboclone®cDNA Synthesis System AMV-RT (Promega). Complementary DNA yang didapatkan disambung dengan EcoRI adaptor dengan menggunakan Riboclone®EcoRI Adaptor Ligation System (Promega). Plasmid Malp2 yang telah disambung dengan cDNA ditransformasi ke dalam Escherichia coli XL-1 Blue. Plasmid rekombinan hasil transformasi dianalisis dengan pemotongan menggunakan enzim endonuklease restriksi EcoRI dan HindIII dan dielektroforesis pada gel agarose 1%. Protein rekombinan dianalisis dengan immunoblotting dengan teknik Western Blot menggunakan antibodi poliklonal terhadap protein membran T. gondii untuk menentukan rekombinan yang membawa cDNA yang menyandi protein membran takizoit T. gondii. Hasil transformasi pada E. coli XL-1 Blue dengan menggunakan vektor pMalp2 didapatkan 4 klon rekombinan yang membawa cDNA penyandi protein membran takizoit T. gondii. Immunoblotting protein rekombinan dengan menggunakan antibodi poliklonal terhadap protein membran T. gondii didapatkan pita-pita protein dengan BM 88 kDa, 60-70 kDa, 45-58 kDa, 20-22 kDa dan protein dengan BM dibawah 20 kDa. Pita protein yang bersifat mayor adalah protein dengan BM 14 kDa, 16 kDa, 19 kDa, 20 kDa, 22 kDa, 60 kDa, 66 kDa dan 69 kDa. Sedangkan protein yang bersifat minor adalah protein dengan BM 88 kDa, 58 kDa, 47 kDa, 33 kDa, 29 kDa dan 24 kDa.

Toxoplasma gondii is a protozoan intracellular parasite that cause Toxoplasmosis infection. In patients with immunodeficiency and in pregnant women, Toxoplasmosis can be dangerous. Infection in immunodeficient patients can cause encephalitic toxoplasmosis and primer infection in pregnant women can cause congenital defect or abortion. The objective of this resarch were to produce recombinant membrane protein by cloning and expression of cDNA encoding membrane protein of T. gondii local isolate. Total ribonucleic acid (RNA) and messenger RNA were isolated from tachyzoite of T. gondii that were grown up in Balb/C strain mice. Messenger RNA were isolated from total RNA using PolyATract®mRNA Isolation System (Promega) and cDNA were synthesized using Riboclone®cDNA Synthesis Systems (Promega). Complementary DNA were ligated with EcoRI Adaptor using Riboclone®EcoRI Adaptor Ligation Systems (Promega). Plasmid Malp2 ligated were transformsated into Escherichia coli XL-1 Blue. Recombinant plasmid were analysed by EcoRI and HindIII of restriction endonucleases and electroforated on 1% agarose gel. Expression of recombinant protein were analysed by Western Blot technique using polyclonal antibodies against membrane protein of tachyzoite T. gondii. Transformation in E. coli XL-1 Blue by pMalp2 produced 4 clones which molecular weight protein of 22kDa. The recombinants protein were ident ified as the membrane protein (SAG2) tachyzoites of T. gondii local isolate.

Kata Kunci : Toxoplasma gondii, takizoit, protein membran, cDNA, Toxoplasma gondii, tachyzoite, membrane protein,


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.