Laporkan Masalah

PENYELESAIAN SENGKETA MASYARAKAT HUKUM ADAT DAURI DI KECAMATAN PULAU MAKIAN KABUPATEN HALMAHERA SELATAN MELALUI PERADILAN ADAT SOPIK

Muthmainnah Baruni Djibat, Dr. Agus Sudaryanto, S.H., M.Si

2025 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui sengketa-sengketa yang terjadi dalam masyarakat hukum adat di Desa Dauri yang diselesaikan dengan melalui peradilan adat Sopik dan mengetahui tahapan yang ditempuh oleh masyarakat hukum adat di Desa Dauri dalam menyelesaikan sengketa serta penemuan hukum yang dilakukan oleh fungsionaris adat dalam proses penyelesaian sengketa.

Jenis penelitian adalah yuridis empiris. Data yang diperoleh dari penelitian lapangan dilakukan dengan cara wawancara secara langsung dengan responden dan narasumber yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Data yang terkumpul melalui studi pustaka dan lapangan kemudian disajikan secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif.

Hasil penelitian: (1) Sengketa-sengketa yang umumnya terjadi di Desa Dauri meliputi persoalan hak kepemilikan tanah dan perkara perkawinan. Masyarakat setempat lebih memilih menyelesaikan sengketa melalui Peradilan Adat Sopik karena dianggap lebih sederhana, cepat, selaras dengan ajaran Islam, serta sesuai dengan nilai-nilai budaya yang dianut. (2) Penyelesaian sengketa diawali dengan pengajuan perkara, kemudian dilajutkan dengan mediasi yang dipimpin oleh kepala desa sebagai mediator. Apabila mediasi tidak berhasil maka akan dilanjutkan melalui peradilan adat Sopik, dengan sarana ritual menyelam sebagai dasar penentu putusan akhirnya. (3) Penemuan hukum oleh fungsionaris adat didasarkan pada nilai lokal dan konteks sosial dengan pendekatan historis, sosiologis dan teleologis. 

The purpose of this study is to identify disputes that occur in the customary law community in Dauri Village that are resolved through Sopik customary courts and to identify the stages taken by the customary law community in Dauri Village in resolving disputes, as well as the legal findings made by customary officials in the dispute resolution process.

The type of research is empirical legal. Data obtained from field research was collected through direct interviews with respondents and informants selected using purposive sampling techniques. Data collected through literature and field studies was then presented descriptively and analysed qualitatively.

Research results: (1) Disputes that commonly occur in Dauri Village include issues of land ownership and marriage. The local community prefers to resolve disputes through the Sopik Customary Court because it is considered simpler, faster, in line with Islamic teachings, and in accordance with the cultural values they adhere to. (2) Dispute resolution begins with the filing of a case, followed by mediation led by the village head as mediator. If mediation fails, the case proceeds to the Sopik Customary Court, with ritual diving as the basis for the final decision. (3) Legal rulings by customary officials are based on local values and social context using historical, sociological, and teleological approaches. 

Kata Kunci : Penyelesaian sengketa, Hukum Adat, Sopik.

  1. S2-2025-495731-abstract.pdf  
  2. S2-2025-495731-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-495731-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-495731-title.pdf