Preferensi Waktu dan Frekuensi Peneluran Penyu di Pantai Pelangi dan Pantai Goa Cemara Kabupaten Bantul Tahun 2021-2024
MUHAMMAD ALI DARMAWAN, Prof. Dr. Ir. Djumanto, M. Sc.
2025 | Skripsi | MANAJ. SUMBER DAYA PERIKANAN
Pantai Pelangi dan Pantai Goa merupakan lokasi pendaratan penyu untuk bertelur Cemara yang terletak di kabupaten Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola waktu dan frekuensi peneluran penyu serta hubungannya dengan fase bulan di kawasan konservasi penyu Pantai Pelangi dan Pantai Goa Cemara. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif menggunakan data primer melalui observasi lapangan dan wawancara konservator Pantai Pelangi dan analisis data sekunder dari data laporan pendaratan penyu yang dikelola oleh pengelola konservasi penyu Pantai Pelangi dan Pantai Goa Cemara selama tahun 2021-2024. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Pantai Pelangi, penyu cenderung bertelur pada fase bulan kuartal pertama dan kuartal ketiga karena memiliki pencahayaan yang cukup dan pasang laut relatif lebih stabil. Saat pasang surut laut berada pada titik terendah dan stabil. Hal ini memungkinkan penyu lebih mudah dalam melakukan pendaratan untuk bertelur di lokasi yang lebih aman. Adanya pencahayaan buatan di pesisir pantai pada malam hari yang berpotensi mengganggu ritme alami penyu, sehingga penyu menghindari fase terang maupun gelap. Pantai Goa Cemara, penyu lebih cenderung bertelur pada fase bulan gelap dan bulan terang, karena memiliki pasang laut tinggi dan kondisi pantai yang minim cahaya buatan, sehingga penyu cenderung mempertahankan pola alami peneluran. Tidak adanya pencahayaan buatan di pesisir dapat menciptakan suasana alami pantai untuk peneluran penyu. Pasang laut yang tinggi dapat mempengaruhi insting induk penyu untuk bersarang jauh dari titik pasang tertinggi. Hal ini menandakan bahwa preferensi waktu peneluran penyu dapat bervariasi di setiap pantai. Frekuensi peneluran penyu di Pantai Pelangi dan Pantai Goa Cemara mengalami fluktuasi selama empat tahun terakhir dengan tren peningkatan aktivitas peneluran pada bulan bulan tertentu yang erat kaitannya dengan kondisi lingkungan dan fase bulan. Informasi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang strategi pengelolaan konservasi penyu yang tepat dan berkelanjutan.
Pelangi Beach and Goa Cemara Beach are turtle nesting sites located in Bantul regency. This study aims to identify the time pattern and frequency of sea turtle nesting and its relationship with the moon phase in the Pelangi Beach and Goa Cemara Beach sea turtle conservation areas. The research method used is quantitative descriptive analysis using primary data through field observations and interviews with Pelangi Beach conservators and secondary data analysis of turtle nesting report data managed by the Pelangi Beach and Cemara Goa Beach turtle conservation managers during 2021-2024. The results showed that at Pelangi Beach, sea turtles tend to lay eggs during the first quarter and third quarter moon phases because they have sufficient lighting and sea tides are relatively more stable. The tides are at their lowest and most stable. This allows turtles to more easily make landings to lay eggs in safer locations. The presence of artificial lighting on the coast at night has the potential to disrupt the turtle's natural rhythm, so the turtle avoids both light and dark phases. Goa Cemara Beach, turtles are more likely to lay eggs during the dark and light moon phases, because it has high sea tides and beach conditions that lack artificial light, so turtles tend to maintain natural nesting patterns. The absence of artificial lighting on the coast can create a natural beach atmosphere for turtle nesting. High sea tides can influence the mother turtle's instinct to nest away from the highest tide point. This indicates that sea turtle nesting time preferences may vary from beach to beach. The frequency of sea turtle nesting at Pelangi Beach and Goa Cemara Beach has fluctuated over the last four years with a trend of increasing nesting activity in certain months which is closely related to environmental conditions and moon phases. This information is expected to be the basis for designing appropriate and sustainable sea turtle conservation management strategies.
Kata Kunci : fase bulan, konservasi, penyu, pantai, peneluran / beach, conservation, sea turtle, moon phase, nesting