Prevalensi Penderita Leukemia Di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 1990-1994
Putro Megantoro, dr. Hadianto Ismangoen, DSA ; dr. MP Damanik, DSAK
1996 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLeukemia adalah proliferasi sel leukosit yang abnormal, ganas, sering disertai bentuk leukosit yang lain dari normal, junlahnya berlebihan dan dapat nenyebabkan anemia, trombositopenia, dan diakhiri dengan kematian. Leukemia merupakan masalah yang serius dan nenbahayakan kelangsungan hidup penderitanya karena memiliki prognosis relatif buruk dan sampai saat ini belun dapat diobati dengan hasil yang memuaskan. Selama kurun waktu 5 tahun, yaitu periode 1 Januari 1990 sampai 31 Desember 1994 di RSUP Dr. Sardjito didapatkan angka prevalensinya sebesar 0,63%. Jumlah penderita barunya selama kurun waktu tersebut adalah 265, yang terdiri dari 29,81% LLA, 8,68% LLK, 25,66% LHA, 32,08% LMK, dan 3,77% LUC (Leukemia of Unspecified Cell). Distribusi leukemia dari tahun 1990, 1991, 1992, 1993, dan 1994 adalah 41, 57, 60, 60, dan 47. Perbandingan frekuensi antara pria dan wanita adalah 1,55 : 1. Penderita leukamia mulai dijumpai pada usia 3,6 bulan dan tertua berusia 83 tahun. Berdasarkan tempat asal penderita masing-masing adalah 53,20% berasal dari Jawa Tengah, 43,39% berasal dari DIY, 2,27% berasal dari Jawa Timur, dan 1,14% dari daerah lain. Keluhan yang sering menyertai penderita leukemia antara lain kelelahan/lemas, gangguan gastrointestinal, demam, pucat, nafsu makan turun, tanda pendarahan, batuk disertai/tanpa pilek, benjolan di leher, sesak nafas, nyeri tulang/sendi, sakit perut, pusing, keluhan pada nata, dan myalgia. Sedangkan pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan konjungtiva anemia, demaJ1, linfadenopati, splenonegali, hepatomegali, masa di perut, pucat, hepatosplenomegali, tanda pendarahan, benjolan di leher, kelainan pada mata, nyeri tulang/sendi, dan myalgia. Pada pemeriksaan laboratorium hematologi berkala dijumpai keadaan anemia pada 92,84% pasien, leukositosis pada 65,28% pasien, trombositopenia pada 61,59% pasien, dan 95,66% pasien yang diperiksa memiliki nilai hematokrit kurang dari normal. Sedangkan pada pemeriksaan hitung jenis leukosit dijumpai keadaan dominasi sel limfosit dan dijumpainya sel limfoblas pada penderita LLA. Pada penderita LLK dijumpai dominasi sel limfosit serta ditemukannya sel limfoblas dan promieloblas. Pada penderita LMA didapatkan dominasi sel mieloblas serta ditemukan sel limfoblas dan promieloblas. Pada penderita LHK tidak jauh berbeda dengan keadaan LMA. Sedangkan pada penderita LUC tidak ditemui adanya selsel blas. Dari 265 kasus leukemia yang diteliti, angka kematian kasusnya sebesar 26,4%.
Kata Kunci : Leukemia