Hubungan Antara Hasil Pemeriksaan Laboratorium Pada Pasien Pre-Eklamsia/Eklamsia Dengan Nilai Apgar Bayi Yang Dilahirkannya
Mujiran, Dr. Irmansyah Mochtar, Sp.OG ; Dr. Suwono
1999 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN
Latar belakang: Preeklamsia dan eklamsia merupakan salah satu penyebab utama kematian perinatal. Kernatian perinatal akibat pre-eklamsia/eklamsia sebagian besar dikarenakan asfiksia. Usaha pencegahan kernatian perinatal tersebut bisa dilakukan apabila bisa diidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian asfiksia. Faktor-faktor yang berpengaruh tersebut sangat penting diketahui sehingga dapat dilakukan pencegahan terhadap terjadinya asfiksia atau dipersiapkan tindakan tindakan yang diperlukan apabila bayi lahir dengan asfiksia.
Tujuan penelitian: Untuk rnengetahui hubungan antara hasil pemeriksaan laboratorium pada pasien pre-eklamsia/eklamsia dengan nilai Apgar bayi yang dilahirkannya. Rancangan penelitian: Merupakan rancangan cross sectional study. Data diambil di bagian ca ta tan medik RSUP Dr. Sardjito. Data diolah dengan analisis deskriptif untuk mengetahui karakteristik subyek penelitian. Untuk menguji hubungan antar variabel dilakukan analisis bivariant dengan rnetode statistik Chi-Kwadrat.
Hasil penelitian: Dari 540 pasien pre-eklamsia/eklamsia, sebanyak 245 (45,4%) kasus yang rnenenuhi kriteria inklusi penelitian. Dari 245 kasus tersebut sebanyak 54 (22,0%) kasus yang nilai Apgar bayinya 0-3 (asfiksia berat), sebanyak 100 (40,8%) kasus nilai Apgar bayinya 4-6 (asfiksia sedang) dan sebanyak 91 (37,1%) kasus yang nilai Apgar bayinya 7-10 (normal). Dari analisis bivariant dengan rnetode statistik Chi-Kwadrat, variabel bebas yang amat berpengaruh terhadap nilai Apgar bayi adalah angka trornbosit (x2=29,2; p<0.01), kadar SGOT darah (x2=22,6; p<0.01), kadar SGPT darah (x2=22.6;p<0.01), kadar ureum darah (x~ =24.0; p<0.01), kadar kreatinin darah (x2=18. 0; p
Kata Kunci : Preeklamsia, eklamsia, kematian perinatal