Studi intrusi air laut ke dalam akuifer didaerah pesisir brebes dan Tegal Jawa Tengah
Fajar Sarianto, Drs. Suyono, M.S.; Langgeng Wahyu Santosa, S,.Si.; M.Si.
2002 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANDaerah Brebes dan Tegal sebagian besar merupakan dataran aluvial kepesisiran yang luas dan berbatasan dengan laut. Aktivitas penduduk yang memanfaatkan airtanah dapat menyebabkan masuknya air laut ke dalam akuifer. Berdasarkan penelitian intrusi air laut di pesisir utara Jawa Tengah dengan metode geolistrik yang dilakukan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada pada tahun 1989 dan tahun 1996, telah terjadi intrusi air laut dan terjadi kenaikan interface pada beberapa tempat dan diduga kenaikan interface tersebut diakibatkan oleh penggunaan airtanah untuk kegiatan-kegiatan non domestic. Oleh karena itu dapat diperkirakan penggunaan airtanah non domestik yang terus menerus dapat menyebabkan kenaikan interface pada waktu yang akan datang. Untuk mengetahui perkembangan imterface pada tahun 2002, dilakukan pendugaan geolistrik kembali pada titik-titik yang sama dengan tahun 1996. Selain itu dilakukan perhitungan jumlah pengambilan airtanah selama tahun 1996-2002 dan mencari sebaran sumur bor sehingga dapat diketahui apakah penggunaan airtanah pada daerah tertentu dapat mempengaruhi perkembangan interface atau tidak. Hasil pengukuran geolistrik pada 10 titik pendugaan yang sama pada tahun 1996, memperlihatkan terdapat dua titik yang mengalami kenaikan interface dan dua titik yang mengalami penurunan interface. Kedua titik yang mengalami kenaikan interface adalah di Losari (cross section PU-1) dengan kenaikan 18 meter dan Pulogading (cross section PU-2) dengan kenaikan interface 19 meter. Keduanya yang berada di daerah Brebes. Titik yang mengalami penurunan interface adalah di Badur (cross section PU-5) dan Banjaranyar (cross section PU-5) dengan penurunan 11 meter, yang keduanya berada di daerah Tegal, berbatasan dengan Pemalang. Titik titik yang mengalami kenaikan interface diakibatkan oleh penggunaan airtanah secara terus menerus. Jumlah penggunaan airtanah di sekitar cross section PU-1 sebesar 247.380m³/tahun dan di sekitar cross section PU-2 sebesar 368.160m/tahun. Sementara titik-titik yang mengalami penurunan interface diakibatkan penghentian pemanfaatan airtanah oleh tambak untuk menjaga kadar garamnya. Jumlah penggunaan airtanah terbesar di sepanjang Sungai Gung yaitu 3.595.842 m/tahun. Hasil pendugaan geolistrik dengan kedalaman 300 meter, di daerah ini tidak mengalami intrusi air laut. Hal ini disebabkan oleh potensi airtanah yang besar karena pengaruh kipas vulkanik Balapulang di sebelah selatan. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa intrusi air laut dipengaruhi oleh apakah jumlah penggunaan airtanah dapat diimbangi dengan potensi airtanah daerah tersebut.
-
Kata Kunci : intrusi air laut,akuifer,Brebes,Tegal,Jawa Tengah