MENYEMAI HARAPAN DI LAHAN BARU: RASIONALITAS PETANI KETINGAN DALAM MEMANFAATKAN PELUANG EKONOMI PASCA KOMPENSASI PEMBEBASAN LAHAN
Safa Talitha Az-zahra, Prof. Dr. Bambang Hudayana, M.A.
2025 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA
Pembangunan infrastruktur berskala besar seperti proyek Jalan Tol Jogja–Solo telah mendorong terjadinya alih fungsi lahan pertanian dalam skala luas. Fenomena ini menandai pergeseran nilai dalam masyarakat agraris Jawa, dari yang sebelumnya memandang tanah sebagai aset utama dan simbol identitas, menjadi komoditas yang bisa dilepaskan ketika nilai kompensasi dianggap menguntungkan. Berdasarkan Undang-Undang No. 2 Tahun 2012 dan Perpres No. 71 Tahun 2012, masyarakat terdampak berhak menerima ganti rugi atas tanah mereka. Di berbagai kasus, nilai kompensasi yang tinggi telah mendorong petani untuk melepaskan tanahnya dan beralih pada sumber-sumber ekonomi baru.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rasionalitas petani dalam memanfaatkan uang kompensasi pasca penjualan lahan untuk proyek pembangunan Jalan Tol Jogja–Solo, dengan studi kasus di Padukuhan Ketingan, Sleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani memanfaatkan dana kompensasi dengan cara yang beragam. Sebagian menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan produktif seperti membeli lahan baru, membuka usaha kontrakan, berternak, atau membuka warung. Sementara itu, sebagian lainnya digunakan untuk kebutuhan lain seperti membayar hutang ataupun berbagi dengan saudara. Variasi penggunaan dana ini mencerminkan bentuk rasionalitas petani yang tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh nilai-nilai sosial, kondisi keluarga, dan pandangan terhadap masa depan.
Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa meskipun petani kehilangan sumber penghidupan utama berupa lahan, mereka menunjukkan daya adaptasi yang tinggi dan mempertimbangkan berbagai aspek dalam mengambil keputusan. Temuan ini menunjukkan pentingnya memahami dinamika lokal dan rasionalitas masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial-ekonomi akibat pembangunan infrastruktur.
Kata Kunci: Rasionalitas petani, kompensasi, pembangunan infrastruktur, alih fungsi lahan, Jalan Tol Jogja–Solo
Large-scale infrastructure development projects, such as the Jogja–Solo toll road, have driven extensive land-use changes, particularly the conversion of agricultural land. This phenomenon signals a shift in values within Javanese agrarian society—from once viewing land as a primary asset and symbol of identity to now regarding it as a commodity to be released when the offered compensation is considered profitable. According to Law No. 2 of 2012 and Presidential Regulation No. 71 of 2012, affected communities are entitled to receive compensation for their land. In many cases, the high compensation values have encouraged farmers to relinquish their land and turn to new sources of income.
This study aims to examine the rationality of farmers in utilizing compensation funds following the sale of land for the Jogja–Solo toll road project, using a case study in Padukuhan Ketingan, Sleman. The research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation.
The findings show that farmers use the compensation funds in various ways. Some allocate the funds for productive purposes such as purchasing new land, starting rental businesses, livestock farming, or opening small shops. Others use it for different needs, such as paying off debts or sharing with relatives. These varied uses reflect a form of farmer rationality that is not solely economic but also influenced by social values, family conditions, and perspectives on the future.
This research highlights that although farmers have lost their primary livelihood in the form of land, they demonstrate a high level of adaptability and take multiple factors into account when making decisions. The findings underline the importance of understanding local dynamics and community rationality in responding to the socio-economic changes brought about by infrastructure development.
Keywords: Farmer rationality, compensation, infrastructure development, land use conversion, Jogja–Solo Toll Road
Kata Kunci : Rasionalitas petani, kompensasi, pembangunan infrastruktur, alih fungsi lahan, Jalan Tol Jogja–Solo