Determinan Kasus Balita Stunting di Indonesia menurut Faktor Individu, Rumah Tangga, dan Wilayah (Analisis Multilevel pada Data SSGI 2022)
Abdul Rosyid Rexy Andryan, Dr. Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.A., Dr. Raden Rara Wiwik Puji Mulyani, S.Si., M.Si.
2025 | Tesis | S2 Kependudukan
Kasus stunting balita di Indonesia masih berada pada angka yang tinggi yaitu 21,6 persen pada 2022. Untuk menurunkan angka ini agar tujuan RPJMN dan SDGs pada 2030 dapat tercapai, maka diperlukan intervensi yang nyata. Beberapa penelitian sebelumnya telah menguji kasus stunting dengan analisis multilevel. Untuk menyempurnakannya maka penelitian ini dilakukan analisis multilevel regresi logistik biner. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran umum kasus balita stunting di Indonesia dan menganalisis faktor individu, rumah tangga, dan wilayah terhadap kasus balita stunting di Indonesia. Penelitian dilakukan menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, di samping data sekunder lain. Hasil dari penelitian ini adalah variabel-variabel yang memengaruhi stunting di Indonesia pada level individu adalah umur, jenis kelamin, berat badan bayi lahir rendah, dan diare. Variabel pada faktor rumah tangga meliputi pendidikan ibu, ibu bekerja, ASI eksklusif, kepemilikan jamban, dan status kekayaan rumah tangga. Terakhir, variabel pada faktor wilayah yang memengaruhi stunting adalah klasifikasi wilayah desa-kota. Nilai ICC yang dihasilkan pada penelitian ini mencakup 46,3 persen pada faktor rumah tangga yang menjelaskan bahwa sebesar 46,3 persen variasi risiko stunting bisa dijelaskan oleh perbedaan antar rumah tangga.
The number of stunting cases in toddlers in Indonesia is still high, at 21.6 percent in 2022. To reduce this number so that the goals of the RPJMN and SDGs in 2030 can be achieved, real intervention is needed. Several previous studies have tested stunting cases with multilevel analysis. To perfect it, this study conducted a multilevel binary logistic regression analysis. The purpose of this study was to see a general overview of stunting cases in toddlers in Indonesia and analyze individual, household, and regional factors against stunting cases in toddlers in Indonesia. The study was conducted using data from the Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) 2022, besides the other secondary data. The results of this study are that the variables that influence stunting in Indonesia at the individual level are age, gender, low birth weight, and diarrhea. Variables in household factors include maternal education, working mothers, exclusive breastfeeding, ownership of toilets, and household wealth status. Finally, the variables in regional factors that influence stunting are the classification of rural-urban areas. The ICC value produced in this study covers 46.3 percent of household factors, which explains that 46.3 percent of the variation in stunting risk can be explained by differences between households.
Kata Kunci : analisis multilevel, regresi logistik biner, stunting, Indonesia