Peran Pengalaman Mistik Keagamaan Sebagai Mediator dalam Hubungan Intensitas Dzikir dan Kebahagiaan pada Jamaah Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah
Mohammad Yusron Abadi, Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog
2025 | Tesis | S2 Psikologi
Dzikir merupakan ritualitas dalam agama Islam yang dilakukan oleh hampir setiap muslim. Adakalanya ketika seorang muslim melakukan dzikir secara mendalam, dirinya dapat mengalami berbagai pengalaman keagamaan luar biasa yang mendatangkan ketentraman dan ketenangan batin. Studi ini bertujuan untuk menguji peran pengalaman mistik keagamaan dalam memediasi hubungan antara intensitas dzikir dan kebahagiaan. Studi dilakukan dengan pendekatan survei kuantitatif pada 62 jamaah Tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah. Pengambilan data dilakukan secara daring dengan menggunakan skala Intensitas Dzikir, skala PERMA-Profiler, dan skala Pengalaman Mistik Keagamaan. Data dianalisis menggunakan teknik mediasi Hayess dengan bantuan SPSS Macro v4.2. Hasil studi menemukan bahwa pengalaman mistik keagamaan berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara intensitas dzikir dan kebahagiaan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa intensitas dzikir tidak hanya berpengaruh secara langsung terhadap kebahagiaan, melainkan juga melalui kehadiran pengalaman mistik keagamaan yang pernah dialami oleh jamaah tarekat.
Dhikr is a ritual in Islam that is practiced by almost every Muslim. Sometimes when a Muslim performs dhikr deeply, he can experience various extraordinary religious experiences that bring inner peace and tranquility. This study aims to examine the role of mystical religious experiences in mediating the relationship between dhikr intensity and happiness. The study was conducted using a quantitative survey approach on 62 Qadiriyah Naqsabandiyah Order pilgrims. Data were collected online using the Dhikr Intensity scale, PERMA-Profiler scale, and Religious Mystical Experience scale. Data were analyzed using Hayess mediation technique with the help of SPSS Macro v4.2. The study results found that religious mystical experience acts as a partial mediator in the relationship between dhikr intensity and happiness. These results indicate that the intensity of dhikr does not only directly affect happiness, but also through the presence of religious mystical experiences that have been experienced by the congregation.
Kata Kunci : Pengalaman mistik keagamaan, intensitas dzikir, kebahagiaan